nusabali

Depresi, Gantung Diri di Warung Orangtua

  • www.nusabali.com-depresi-gantung-diri-di-warung-orangtua

Korban diduga mengalami depresi sejak enam bulan terakhir, sehingga. Sulit diajak berkomunikasi dan lebih memilih diam dan cuek.

SINGARAJA, NusaBali
Pemuda asal Banjar Dinas Kanginan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, I Ketut Adi Putra, 20, ditemukan tak bernyawa dan tergantung pada seutas tali pada Jumat (8/2) pukul 06.15 WITA. Korban Adi nekat mengakhiri hidupnya dengan jalan ulahpati karena diduga mengalami depresi sejak enam bulan terakhir.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh adik korban, Komang Ginada Putra, 18. Saat itu saksi yang baru bangun tidur bermaksud akan pergi mandi, namun karena masih ada orang di dalam kamar mandinya, saksi Ginada berbelok ke warung orangtuanya I Wayan Pilih, 50.

Namun akan masuk ke warung, ssaksi melihat korban sudah tergantung pada salah satu tiang plafon warung dengan seutas tali plastik berwarna biru. Saksi yang terkejut melihat hal itu langsung berteriak hingga akhirnya jenazah korban diturunkan oleh keluarga dan tetangganya.

Kapolsek Kubutambahan, AKP I Made Mustiada, dikonfirmasi terpisah membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya pun mengatakan kematian korban murni karena gantung diri. Hal tersebut dikuatkan dengan hasil pemeriksaan luar jenazah korban oleh tim medis Puskesmas Kubutambahan.

Tim medis menemukan bekas jeratan di leher dan air mani pada kemaluan korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari hasil visum dan pemeriksaan luar dengan ciri-ciri jeratan pada leher, air mani pada kemaluan dan tidak ada tanda kekerasan, memang murni karena gantung diri,” ungkap AKP Mustiada.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan keluarga, korban diduga mengalami depresi sejak enam bulan terakhir. Korban dikatakan keluarga, belakangan sangat sulit untuk diajak berkomunikasi dan lebih memilih diam dan cuek. Pihak keluarga pun tak mengetahui pasti penyebab pasti dugaan depresi korban.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Dalam kesempatan itu juga Polsek Kubutambahan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban. *k23

loading...

Komentar