nusabali

Ratusan Guru Pensiun, Buleleng Krisis Guru

  • www.nusabali.com-ratusan-guru-pensiun-buleleng-krisis-guru

Kebutuhan guru SMP di Buleleng sebanyak 1.898 orang dan di jenjang SD 4.287 orang. Hingga 2018 lalu, jumlah guru PNS baru terisi 4.054 orang.

Belum Tertutupi dari Perekrutan P3K

SINGARAJA, NusaBali
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng sampai saat ini masih mengalami kekurangan guru untuk memenuhi kebutuhan guru di ratusan SD dan SMP di Buleleng. Apalagi tahun 2018 dan 2019, terdata ada ratusan guru yang pensiun. Sehingga kekurangan guru terus meningkat, meskipun tahun ini ada rencana perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), yang memberikan kuota perekrutan 115 tenaga pendidik dari eks K2.

Menurut data yang dimiliki Disdikpora Buleleng, disampaikan Sekretaris Dinas, I Made Astika, Kamis (7/1) kemarin mengatakan, kebutuhan guru SD dan SMP di Buleleng sebanyak 6.185 orang. Jumlah itu terakumulasi dari kebutuhan guru di jenjang SMP sebanyak 1.898 orang dan 4.287 orang di jenjang SD.

Sedangkan hingga tahun 2018 lalu, jumlah data guru PNS baru terisi 4.054 orang. Ribuan sisanya diisi oleh guru kontrak daerah sebanyak 1.635 orang dan guru honorer yang dibayarkan  honornya dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebanyak 394  orang. Sehingga dari pemenuhan kebutuhan guru di Buleleng masih terdapat lowong 102 orang guru.

“Kalau bicara soal kekurangan guru PNS di Buleleng masih banyak sekali, belum lagi yang pensiun tahun kemarin dan sekarang total ada 350 orang di jenjang SD dan SMP,” kata Astika.

Ia merinci 350 orang guru pensiun itu terdiri dari 227 orang guru SD dan 123 orang guru SMP. Kondisi itu pun membuat Buleleng di tahun 2019 masih kekurangan 452 orang guru. Ia pun tak  menampik jika perekrutan 115 orang guru P3K tahun ini, belum dapat memenuhi kekurangan guru di Buleleng yang jumlahnya sangat banyak.

Namun ke depannya ia berharap ada penambahan kembali secara berkelanjutan. “Kalau bisa yang diangkat itu yang pengabdian, sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan yang lebih layak, karena selama ini hanya dibayar dengan dana BOS,”  ungkap dia. *k23

loading...

Komentar