nusabali

Lansia dan PKK Melucu dalam Lomba Mesatua Bali

  • www.nusabali.com-lansia-dan-pkk-melucu-dalam-lomba-mesatua-bali

Setelah dibuka secara resmi pada 1 Februari 2019 lalu, rangkaian kegiatan terkait Bulan Bahasa Bali digelar mulai di desa-desa.

DENPASAR, NusaBali
Salah satunya, Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara yang menyelenggarakan Lomba Mesatua Bali bagi ibu-ibu PKK di Balai Banjar Kertha Bhuana, Jalan Trijata, Denpasar, Minggu (3/2).

Lomba mesatua yang diperuntukkan bagi ibu-ibu PKK ini mengundang tawa para penonton. Ada enam peserta kala itu. Pesertanya mulai dari ibu muda hingga lanjut usia. Mereka melucu di hadapan penonton hingga membuat tertawa. Namun tidak sedikit juga yang grogi dan tegang.

Perbekel Desa Dangin Puri Kangin, IGN Putrawan mengatakan, Bulan Bahasa Bali di desa setempat mengambil konsep Makhuta Mandira, yakni budaya Bali sebagai dasar filosofi menjunjung kearifan lokal. Sebelum terbitnya Pergub 80 tahun 2018 yang mewajibkan setiap desa terlibat dalam kegiatan Bulan Bahasa Bali, pihaknya lebih dulu melaksanakan pelestarian aksara, bahasa, dan sastra Bali. “Kami sudah laksanakan sebelum ada pergub. Melalui dana APBDes, kami himpun masyarakat di 7 banjar untuk kursus singkat berbahasa Bali dan nyasatra Bali,” ujarnya.

Dikatakan, kursus singkat bahasa Bali di desa ini telah dilaksanakan sejak 6 bulan lalu. Terutama mengumpulkan anak-anak SD di banjar, kemudian kursus dibina oleh seorang Penyuluh Bahasa Bali. Kursus kilat ini dibagi dalam dua gelombang setiap minggu. Gelombang pertama yakni setiap Selasa dan Kamis, sedangkan gelombang kedua setiap Jumat dan Sabtu. “Awalnya memang sulit bagi anak-anak untuk beradaptasi, karena baik berbahasa maupun nyurat aksara cukup susah bagi mereka. Tapi dengan kursus kilat ini, kita berikan penajaman, dan dampaknya cukup bagus saya lihat. Sebelumnya yang sering pakai bahasa bro bro, sekarang sudah menggunakan bahasa Bali merupakan bahasa ibu. Ini wajib digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ceritanya.

Selain Lomba Mesatua Bali, Desa Dangin Puri Kangin juga menyelenggarakan Lomba Nyurat aksara Bali yang diikuti 35 siswa SD dari 7 banjar, Membaca Aksara Bali yang diikuti 7 anggota Sekaa Truna, dan Lomba Macecimpedan yang diikuti oleh 4 grup anak SD dengan jumlah total 20 orang. Mereka yang berlomba telah diberikan pembinaan sejak sebulan lalu. “Seluruh lapisan masyarakat kita libatkan. Mulai dari siswa, anggota sekaa teruna hingga ibu PKK,” imbuhnya. *ind

loading...

Komentar