nusabali

Kenshi Juara Porprov Belum Tentu ke Pra PON

  • www.nusabali.com-kenshi-juara-porprov-belum-tentu-ke-pra-pon

Wakil Ketua Umum Pengprov Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Bali, Fredrik Billy memastikan kenshi peraih medali di Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, belum jaminan menjadi wakil Bali pada Pra PON.

DENPASAR, NusaBali

Hal ini karena tim bayangan Perkemi Bali dibentuk dalam kurun waktu setahun. Dan, pada Februari ini akan kembali seleksi guna menentukan kuota atlet yang membela Bali. Hanya saja pada Porprov nanti tetap dijadikan evaluasi perkembangan kenshi Bali yang masuk tim Pra PON.

"Kami bersyukur Pra PON Kempo disepakati pada 13-17 November di Kalimantan Selatan. Itu artinya, Pra PON baru digulirkan setelah Porprov di Tabanan selesai. Jadi masih ada waktu melakukan evaluasi dan persiapan tim. Minimal ada jeda 2 bulan setelah Porprov Bali baru digelar Pra PON," ucap Fredrik Billy, Jumat (1/2) usai mengikuti  Rapat Persaudaraan Nasional (Rapernas) 2019 di Bekasi Jawa Barat.

Mengapa juara Porprov belum tentu dikirim,kata Fredrik Billy,  karena ada berbagai macam pertimbangan yang masuk dijadikan indikator. Pertama kenshi tim bayangan Pra PON sudah dibina dalam kurun waktu lama. Bahkan dia menyebutkan, atlet yang akan turun di Porprov diprediksi hasil juaranya tidak begitu jauh. Sebab, tim bayangan itu kumpulan atlet terbaik di seluruh Pengkab/Pengkot Perkemi Bali.

Bahkan dalam Rapernas itu dia sendiri bertindak selaku pimpinan sidang. Ditambahkan dia, ketentuan di Pra PON nanti yang masuk petingkat 1-6 dikategori embu dinyatakan berhak lolos PON Papua XX/2020.

Sedangkan dikategori randori yang dinyatakan lolos PON yakni petingkat 1-8. Pengprov Perkemi Bali lebih mengutamakan mengutus kenshi yang juara di Pra PON untuk bertanding di multi event empat tahunan. Jadi, bukan hanya sekedar lolos PON. Artinya yang lolos Pra PON mulai petingkat 1-3 kan masuk dapat medali, sedangkan kenshi yang lolos diatas petingkat 4 ke atas masih dipertimbangkan untuk dikirim ke PON Papua.

Perkemi Bali memiliki tanggungjawab moral mempertahankan minimal satu emas dan satu perak di PON Papua. Itu sesuai dengan medali yang diraih di PON Jabar tahun 2016 lalu. Sedangkan di PON Papua nanti ada upaya meningkatkan menjadi dua medali emas. Itu beban target yang diberikan KONI Bali ke Perkemi Bali. *dek

Komentar