nusabali

Chelsea vs MU Jadi Final Kepagian

  • www.nusabali.com-chelsea-vs-mu-jadi-final-kepagian

Piala FA dan Liga Champions menjadi bidikan Manchester United. Bahkan Solksjaer ingin finish lebih dari posisi 4 pada Premier League.

Drawing Babak V Piala FA

LONDON, NusaBali
Hasil drawing Piala FA babak kelima langsung menyajikan partai kelas berat. Ya, dua klub besar Premier League dipertemukan lebih dini.  Chelsea bakal menjamu Manchester United di salah satu partainya. Laga ini bisa dibilang final kepagian mengingat kedua tim dalam beberapa tahun terakhir bersaing di Inggris.

Dalam undian yang sudah dilakukan Senin (28/1) waktu setempat, buat pencinta sepakbola Inggris memang sangat disayangkan. Mereka pastinya ingin menyaksikan aksi kedua tim papan atas itu di partai puncak sesungguhnya.

Publik tentunya ingin melihat bagaimana MU balas dendam ketika dikalahkan Chelsea di ajang yang sama musim lalu. Saat itu Chelsea yang masih ditukangi Antonio Conte berhasil menumbangkan MU lewat gol semata wayang Eden Hazard dari titik putih.

Terlepas dari final kepagian, pertemuan kedua klub kali ini pun terbilang menarik. Pasalnya, kedua klub kini ditukangi orang baru. Chelsea dibesut Maurizio Sarri dan MU diarsiteki Ole Gunnar Solskjaer.

Solskjaer sendiri  menanggapi hasil undian tersebut dengan optimistis. Solskjaer tidak mau timnya merasa terbebani. Menurut pelatih yang sudah memenangkan delapan pertandingan di awal karier kepelatihannya bersama MU, siapa pun lawan di babak kelima tidak akan menghalangi ambisi timnya memenangkan gelar.

"Kami masih harus melihat 'bisakah kami memenangkan gelar tahun ini?' Saya masuk ke setiap pertandingan karena Manchester United selalu berpikir 'ya, kami bisa memenangkan pertandingan ini'," kata Solskjaer dikutip BBC Sports.

Pertandingan di babak kelima Piala FA akan berlangsung di markas Chelsea di Stadion Stamford Bridge, Minggu (17/2) mendatang. Pertandingan tersebut berlangsung empat hari setelah United menjamu Paris Saint Germain di ajang Liga Champions.

Ole Gunnar Solskjaer menegaskan bahwa mencapai peringkat empat besar yang sekaligus meloloskan mereka ke Liga Champions, tidak akan pernah menjadi ‘mimpi’ bagi tim asuhannya, karena target mereka juara di setiap kompetisi.

Komentar pelatih asal Norwegia itu muncul hanya sehari setelah pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochetttino mengatakan ambisi juara hanya akan ‘membangun ego’, setelah mereka tersisih dari persaingan di Piala FA.

Ketika Solskjaer mengambil alih jabatan pelatih dari Jose Mourinho yang dipecat, MU tertinggal 11 angka dari zona Liga Champions, namun sekarang sudah terpangkas menjadi tiga angka. Meski tidak secara langsung menanggapi komentar Pochettino, Solskjaer berujar: "Bukan sebuah impian berada di peringkat keempat. Kita adalah Manchester United, anda harus menargetkan juara. Kita tidak bisa wujudkan tahun ini, tapi kita harus menetapkan tujuan untuk mencapai sasaran itu." Solskjaer menargetkan MU setidaknya meraih satu gelar juara musim ini. "Kita sudah meraih gelar juara Liga Champions, Piala FA, lalu mengapa kita menargetkan peringkat keempat, tidak bisakah kita mengatakan kita meraih gelar juara musim ini?," katanya.

"Di sini saya tidak ingin membahas apa yang dikatakan Pochettino atau apa yang dikatakan pelatih lain. Pertama, pertandingan berikut sangat penting dan kami ingin merebut gelar (di kompetisi lain), meski kami tidak bisa merebut gelar juara liga," katanya."Saya kira semua pelatih pasti ingin menang di setiap pertandingan, dan saya kira itu yang ingin disampaikan Pochettino." "Jika Anda meraih gelar juara, itu hari yang fantastis bagi semua anggota klub, itulah hari terbaik dalam hidup anda karena anda tidak pernah tahu kapan gelar juara berikutnya akan datang," kata Solskjaer menambahkan.

Jika MU berhasil mengalahkan Burnley di Old Trafford, Selasa (29/1) atau Rabu dinihari WITA tadi, tim asuhan Solksjaer itu akan menyamai posisi Chelsea di urutan keempat. "Memang jalan masih panjang, jadi kami harus tetap fokus pada pertandingan berikut. Saya sadar bahwa membosankan untuk mendengar, tapi ini adalah masalah perbaikan dan menjadi lebih baik," kata pelatih yang dulu berjuluk Baby Face Assasin ini.

Gelar sangat dirindukan MU. Kali terakhir mereka menjadi juara di Liga Europa pada 2017. Di pentas liga, MU angkat trofi di musim 2013.*

Komentar