nusabali

Distan Larang Penjualan Buah Impor Saat Pasar Murah

  • www.nusabali.com-distan-larang-penjualan-buah-impor-saat-pasar-murah

Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar melarang adanya penjualan buah impor di setiap kegiatan pasar murah di Kota Denpasar.

DENPASAR, NusaBali 
Hal ini dilakukan untuk mengembalikan gairah produk buah lokal yang saat ini tengah ditekan adanya buah impor dengan kemasan praktis dan lebih murah. Masuknya buah impor dikhawatirkan mencekik petani buah lokal di Bali. 

Kepala Distan Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra saat dikonfirmasi, Selasa (15/1) mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pelarangan penjualan buah impor setiap kegiatan pasar murah sejak 2010 lalu. Pihaknya ingin mengembalikan peminat buah lokal di Bali. Sebab, selama ini buah impor cenderung membuat peminat buah lokal semakin turun. 

Selain dengan harga murah, dengan paket yang ditawarkan juga lebih praktis. Selain mencekik para pedagang buah lokal, buah impor juga dapat menurunkan gairah petani dalam pengembangan buah lokal. Dengan kondisi tersebut, pihak Distan mencoba membawa program tanpa buah impor setiap kali melaksanakan kegiatan pasar murah. "Kami selalu berupaya untuk mengembangkan penjualan buah lokal. Karena selain mengembalikan minat masyarakat juga mengembalikan gairah petani," jelasnya. 

Kendati lokasi pasar murah berada di Denpasar, Ambara mengaku tetap melibatkan pedagang sekaligus petani buah dari berbagai daerah di Bali. Dengan melibatkan langsung para petani untuk menjual hasil panen, juga memberikan harga yang lebih murah dari penjualan di pasaran. 

"Kami berusaha memperkenalkan kembali buah lokal. Dengan setiap kali melibatkan mereka para pedagang dan petani kami harap gairah buah lokal kembali bangkit," jelasnya. 

Ambara mengatakan, pihaknya akan terus melibatkan petani lokal di setiap kegiatan yang berkaitan dengan program pasar di Denpasar. Namun, pihaknya mengakui, untuk di pasar tradisional tidak bisa melarang adanya penjualan buah impor. Namun, setidaknya mengurangi agar buah lokal bisa bersaing di pasaran saat ini. "Kami pasti tidak bisa melarang. Tetapi kami hanya bisa mengurangi dan berupaya mencari solusi agar harga buah lokal kembali bisa bersaing," tandasnya. *mi

loading...

Komentar