nusabali

Akun Kabid Tradisi Keperbukalaan Disbudpar Bangli Dicatut

  • www.nusabali.com-akun-kabid-tradisi-keperbukalaan-disbudpar-bangli-dicatut

Akun facebook Kabid Tradisi dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangli, I Nyoman Susila, dicatut.

BANGLI, NusaBali
Dalam akun itu, Susila minta pulsa Rp 100 ribu-Rp 200 ribu. Menurut informasi, akun Susila palsu ini sudah dapatkan korban. Diduga pelaku beraksi untuk menjatuhkan Susila.

Warga Banjar/Kelurahan Bebalang, Gusti Aris Sanjaya, mengaku dapat kiriman pesan dari akun Nyoman Susila. Dalam percakapan itu Nyoman Susila menuliskan, ‘ampura bisa tolong isikan pulsa ke no tiang sebentar, soalnya tiang lagi ada tamu, ada yang perlu tiang hubungi penting. mbanking tiang juga sedang limit.. nanti uang pulsanya tiang ganti’. Akun tersebut menuliskan nomor handphone dan minta pulsa Rp 200 ribu.

Gusti Aris mengaku baru kali ini dihubungi dan diminta pulsa. Namun ia curiga akun Nyoman Susila kena hack. “Belum sempat ngirim, sepertinya akun itu kena hack,” ungkapnya, Kamis (10/1). Gusti Aris mengaku sempat meladeni percakapan dengan akun Nyoman Susila, namun belum sampai mengirim pulsa. Kabid Tradisi dan Kepurbakalaan Disbudpar Bangli, I Nyoman Susila, saat dikonfirmasi mengakui sudah mengetahui ada akun yang memanfaatkan foto dirinya untuk meminta-minta pulsa. “Foto saya dipakai, mungkin sudah ada tiga bulan akun tersebut beraksi,” jelasnya.

Susila tidak menampik beberapa kali dihubungi oleh rekan-rekan kerja untuk konfirmasi, benar tidaknya minta pulsa. Pejabat asal Desa Demulih, Kecamatan Susut, Bangli, ini menyebutkan ada beberapa orang yang berhasil ditipu. “Kemarin Bapak Sekda IB Gede juga sempat dikirimi pesan, isinya minta tolong juga. Kebetulan saya bertemu dengan beliau akhirnya bisa saya jelaskan,” sebutnya. Ia memperkirakan pelaku tidak berorientasi pada materi, namun lebih pada menjatuhkan dirinya. Susila meyakini rekan-rekan dan keluarga sudah mengenal dirinya sehingga ketika ada orang yang memanfaatkan fotonya bisa memilah dan tidak begitu saja percaya. *es

loading...

Komentar