nusabali

Dewa Nida Ancam Laporkan Gunawan ke DPP Partai Golkar

  • www.nusabali.com-dewa-nida-ancam-laporkan-gunawan-ke-dpp-partai-golkar

Aksi gebrak meja yang dilakukan Ketua DPD II Golkar Bangli Wayan Gunawan yang dipicu cekcok mulut dengan anggota Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar, Dewa Made Widiasa Nida, saat rapat pleno di DPD I Golkar Bali, Minggu (9/12), berbuntut panjang.

DENPASAR, NusaBali

Dewa Nida ancam laporkan Gunawan ke DPP Golkar. Dewa Nida mengatakan, tindakan Gunawan yang sampai menggebrak meja saat rapat pleno di Kantor Sekretariat DPD I Golkar Bali, Jalan Surapati 9 Denpasar, Minggu kemarin, sangat tidak etis dan kurang beretika. Gunawan dianggap melawan DPP Golkar, yang menunjuk Gede Sumarjaya Linggih menjadi Plt Ketua DPD I Golkar Bali menggantikan Ketut Sudikerta, yang terseret kasus hukum.

Menurut Dewa Nida, sikap Gunawan yang gebrak meja bukanlah sikap seorang kader senior. Apalagi, Gunawan menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali. Dan, ini bukan pertama kalinya Gunawan menunjukan perlawanan terhadap DPP Golkar yang berwenang memutuskan segala hal dalam keputusan partai.

“Kami sudah punya rekaman video rapat saat aksi banting meja itu. Kami akan sampaikan kepada DPP Golkar ini,” ancam Dewa Nida seusai rapat pleno DPD I Golkar Bali yang dihadiri seluruh 9 Ketua DPD II Golkar Kabupaten/Kota se-Bali, Minggu siang.

“Kenapa sampai menggebrak meja? Padahal, dia seorang Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali dan Ketua DPD II Golkar Bangli yang harusnya memberikan contoh kepada kader,” lanjut mantan Ketua DPD II Golkar Klungkung yang dipecat dari jabatannya karena menyeberang ke kubu Munas Ancol (pimpinan Agung Laksono) saat dualisme kepemimpinan Golkar ini.

Dewa Nida juga menyebutkan Gunawan pernah membuat pernyataan di media bahwa penugasan Demer sebagai Plt Ketua DPD I Golkar Bali terlalu cepat dan tidak sesuai aturan. Pernyataan seperti itu dinilainya sudah perlawanan terhadap DPP Golkar.

Menurut Dewa Nida, dalam rapat pleno kemarin dia awalnya menghormati Gunawan yang bicara panjang lebar. Tapi, ketika dirinya bicara paling terakhir dalam rapat tersebut, malah dipotong oleh Gunawan. “Cara dia memotong pembicaraan saya sudah sangat tidak beretika, tak menghormati forum rapat yang dipimpin DPP Golkar (Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Golkar Gede Sumarjaya Linggih selaku Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Red),” tandas politisi Golkar asal Desa Akah, Kecamatan Klungkng ini.

Ketika ditanya siapa pemicu cekcok hingga Gunawan sampai gebrak meja, menurut Dewa Nida, dirinya hanya memberikan contoh dan ilustrasi saja soal Munas Ancol dan Munas Nusa Dua saat dualisme kepemimpinan Golkar tahun 2015. Saat itu, Dewa Nida selaku Ketua DPD II Golkar Klungkung dipecat oleh Ketua DPD I Golkar Bali I Ketut Sudikerta yang berada di kubu Munas Nusa Dua pimpinan Aburizal Bakrie. Sedangkan Dewa Nida berada di kubu Munas Ancol pimpinan Agung Laksono.

“Saat itu saya dipecat dari jabatan Ketua DPD II Golkar Klungkung. Hanya dalam sehari pasca pemecatan saya, sudah langsung ditunjuk Plt Ketua DPD II Golkar Klungkung, yakni Made Ariandi. Padahal, saya tidak diklarifikasi, tak ada dimintai keterangan. Saya diam saat itu. Tidak ada membela, termasuk Gunawan saya sebut. Itu sebagai ilustrasi, tapi kok Gunawan tersinggung dan banting meja?” papar Dewa Nida.

Sementara itu, Wayan Gunawan menyatakan ketegangan dalam rapat di DPD I Golkar Bali, Minggu kemarin, bukan karena inisiatif dirinya. Tapi, itu karena adanya pendapat antar pihak yang diawali oleh sikap Dewa Nida. “Dia (Dewa Nida) kok menyampaikan pendapat menyebut nama Gunawan? Kenapa harus menyebut nama saya?” tanya Gunawan membela diri saat dikonfirmasi NusaBali terpisah, kemarin siang.

Gunawan menegaskan, dirinya selaku Ketua DPD II Golkar Bangli hanya ingin menyampaikan aspirasi bahwa harus secepatnya dilaksanakan Musdalub Golkar Bali. Terkait mekanisme itu, dirinya pun menyampaikan semua proses. Namun, Dewa Nida malah memojokkan dirinya.

“Kita hanya masalah berpendapat saja. Saya sebagai Ketua DPD II Golkar Bangli hanya inginkan Musdalub dilaksanakan. Sebab, dalam SK DPP Golkar tentang penunjukan Plt Ketua DPD I Golkar Bali itu memang salah satunya menugaskan dilaksanakan Musdalub. Kami ingin dilaksanakan Musdalub secepatnya, sebelum Pileg 2019, sebagai tujuan untuk soliditas partai,” tegas politisi asal Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Bangli yang juga menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali ini.

Soal ancaman Dewa Nida mengadikan dirinya DPP Golkar, menurut Gunawan, itu sah-sah saja. Sebab, Dewa Nida adalah pengurus DPP Golkar. “Ya silakan saja, mungkin karena dia pengurus DPP Golkar. Bagi saya, ini saya bicara yang faktual, bicara mekanisme partai. Bukan melawan DPP Golkar,” papar politisi yang sudah empat periode duduk di Fraksi Golkar DPRD Bali Dapil Bangli (1999-2004, 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019) ini. *nat

Komentar