nusabali

Atlet Kempo Buleleng Geser Dominasi Denpasar

  • www.nusabali.com-atlet-kempo-buleleng-geser-dominasi-denpasar

Para kenshi (sebutan atlet kempo) dari Perkemi Buleleng kini menjadi ancaman serius Perkemi Kota Denpasar.

DENPASAR, NusaBali
Kini para kenshi Gumi Panji Sakti menggeser tuan rumah Denpasar dan menyabet gelar juara umum pada Kejurprov Shorinji Kempo se Bali 2018 yang berakhir Minggu (25/11) di GOR Ngurah Rai.  Sebagai juara umum, Buleleng meraih 10 emas, 11 perak dan 6 perunggu. Sedangkan Denpasar 8 emas, 5 perak dan 7 perunggu. Posisi ketiga ditempati Gianyar dengan 8 emas, 3 perak dan 16 perunggu.

Lalu keempat Badung 6 emas, 8 perak dan 10 perunggu. Jembrana (3 emas, 1 perak dan 3 perunggu). Sedangkan Karangasem, Klungkung, Tabanan dan Bangli gagal meraih emas. Tabanan (2 perak, 4 perunggu) Karangasem (2 perak, 2 perunggu), Klungkung (2 perak, 2 perunggu). Bangli (1 perak, 3 perunggu).

Pada Kejurprov non Pelatda selama dua hari itu memperebutkan total 35 medali emas, yang terbagi 12 nomor randori putra, 11 randori putri, dan 12 embu berpasangan.  Ketua Umum Perkemi Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa berharap kekuatan kempo nantinya merata. Selama ini baru didominasi Denpasar, Buleleng, Gianyar dan Badung. Langkah awal yang dilakukan, yakni pemerataan jumlah dan kualitas pelatih. Saat ini baru keempat daerah itu jumlah pelatihnya banyak.

"Ke depannya penyebaran pelatih jadi perhatian. Jika keberadaan pelatih cukup merata, prestasi diharapkan merata juga. Sehingga tiap Kejurprov persaingannya ketat dan tidak ada terlalu didominasi  daerah tertentu," harap Suwarjoni Astawa.

Sedangkan Wakil Ketua Umum Perkemi Bali Fredrik Billy mengatakan, Kejurprov khusus bagi atlet non Pelatda. Sedangkan atlet Pelatda Bali dijatah ikut kejuaraan nasional. Menurutnya, Buleleng sebagai juara umum, karena mereka selama ini memang bagus.

“Dengan demikian rivalitas di kempo Bali sangat bagus. Dulu Gianyar juga pernah juara umum," kata Fredrik Billy. *dek

Komentar