nusabali

Penguatan Rupiah Belum Berdampak

  • www.nusabali.com-penguatan-rupiah-belum-berdampak

Kalangan pelaku usaha mengaku, menguatnya rupiah terhadap dollar dalam beberapa hari terakhir ini dinilai belum terlihat memberi pengaruh terhadap perekonomian, khususnya perekonomian Bali.

Pengusaha Tunggu Stabil

DENPASAR, NusaBali
Pelaku ekonomi masih wait and see, menunggu penguatan tersebut berada dalam titik yang stabil. Menguatnya rupiah terhadap dollar,dikhawatiri masih fluktuatif alias berubah, naik turun dalam tenggang waktu tidak lama.

Ketua DPD Kadin Bali Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, mengatakan hal tersebut, Kamis (8/11). Menurut Alit Wiraputra, penguatan rupiah terhadap dollar secara teori tentu positif. “Karena itu memperkuat cadangan devisa,”  jelasnya. Namun realitas di lapangan, dampak penguatan rupiah  tersebut tentu tak bisa memberi dampak seketika atau spontan. Apalagi untuk perdagangan luar negeri atau ekspor –impor. Penyesuaian harga dan biaya produksi dan produk tersebut tentu perlu proses dan butuh waktu. Apalagi untuk produk ekpspor maupun impor yang sudah dalam bentuk kontrak. Untuk perubahan harga atau pembaharuan kontrak,  tidak bisa dilakukan seketika. “Karena itu butuh waktu, sampai pada titik yang dianggap stabil,” ujar Alit Wiraputra.

Kalau memungkinkan, Alit Wiraputra berharap rupiah bisa mencapai  Rp 13.000 per dollar. “Sektor properti akan menggeliat kembali jika sampai pulih Rp 13.000 per dollar,” ujar Alit Wiraputra. Sedang untuk saat ini, sektor properti menurutnya masih belum pulih.

Hal senada disampaikan Jero Tesan, eksportir manggis Bali asal Tabanan. “ Naik turun rupiah atau dollar, bagi kami tak ada pengaruhnya,” ujar Jero Tesan. Alasannya, karena komoditas yang diekspor adalah komoditas murni pertanian yang tidak ada kandungan/bahan impor. Kata Jero Tesan yang terimbas dinamika rupiah dan dollar adalah produk atau komoditas ekspor  yang bahan bakunya ada kandungan impor. “Kalau kami untuk eskpor manggis misalnya tidak ada pengaruh. Yang penting produk bebas dari kandungan kutu putih (hama) yang  jalan,” jelasnya.

Untuk mempertegas, Jero Tesan mengatakan harga  ekspor manggis untuk saat ini lumayan positif, bagus. “Jadi naik atau turun dollar, sampai saat ini tidak ada pengaruhnya,” tandas Jero Tesan.

Sebagaimana diketahui, sempat melorot beberapa waktu lalu, rupiah kembali menguat. Terakhir, Kamis (8/11) kurs rupiah terhadap dollar 14.561,00. Sedang sebelumnya nilai tukar rupiah terhadap dollar sempat sentuh 15.000 lebih. *k17

loading...

Komentar