nusabali

TOSS di Gunaksa Terkendala Mesin Pencacah

  • www.nusabali.com-toss-di-gunaksa-terkendala-mesin-pencacah

Mesin pencacah Tempat Olah Sampah Sementara (TOSS) di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, belum bisa bekerja maksimal.

SEMARAPURA, NusaBali
Karena pisaunya hanya lancar mencacah sampah organik. Sedangkan, untuk mencacah semua jenis sampah baik organik dan non organik, agak lama.

Terlebih jumlah sampah menuju TOSS Gunaksa dari tujuh banjar setiap harinya makin banyak, bahkan rata-rata 3 ton, setelah dipeyumisasi menjadi 1 ton sampah. "Mesin pencacah belum maksimal. Karena bentuk pisaunya belum ketemu yang pas. Pisau yang ada juga kapasitas olahnya kecil," ujar Kaur Pembangunan Desa Gunaksa, Putu Gede Aryadana, Kamis (25/10).

Kata dia, sampah yang sudah dipeyumisasi dan tidak bisa dicacah, terpaksa dikirim ke TOSS Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan. Ada juga dikirim ke TOSS di TPA Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, agar dibantu proses pengolahannya. Sampah yang bisa dicacah sekitar 500 kg/hari, namun mesin pelet TOSS Desa Gunaksa juga terkendala kapasitas hanya bisa mengolah 95 -100 kg. "Makanya sehari hanya bisa peyumisasi 95 -100 kg untuk dijadikan pelet," ujarnya.

Saat ini TOSS di Desa Gunaksa diminta oleh Indonesia Power menyiapkan 5 ton pelet untuk pakai uji coba. Sejak dua bulan lalu baru terkumpul 3 ton, dengan harga  Rp 300/kg. Diakui dari sisi ekonomi memang lebih besar dari biaya pembuatannya mencapai Rp 700/kg. "Kalau dari pengolahan sampah memang agak susah mencari keuntungan, namun dari sisi manfaatnya sangat bermanfaat karena bisa mengolah sampah menjadi benda berguna," ujarnya. *wan

Komentar