nusabali

Inovasi Penanganan Jenazah Telantar Diganjar Award

  • www.nusabali.com-inovasi-penanganan-jenazah-telantar-diganjar-award

RSUP Sanglah Sabet Lima Penghargaan dalam Ajang Persi Awards

DENPASAR, NusaBali
Humas RSUP Sanglah yang baru pertama kali ikut dalam ajang Persi Award langsung mendapatkan posisi ketiga dari lima besar. Tim humas mengirim makalah berjudul ‘Upaya mempercepat pemulangan pasien atau jenazah pasien terlantar dengan community networking’.

“Kami baru pertama kali ikut ini (Persi Awards, red). Kalau sebelumnya kan kebanyakan dari instalasi. Kami cukup kaget juga saat kami diumumkan dapat,” ujar Kasubbag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna, Selasa (23/10).

Dewa Kresna menjelaskan, inovasi Humas RSUP Sanglah menggandeng yayasan maupun LSM dalam penanganan pasien maupun jenazah terlantar, sesungguhnya berawal dari tingginya angka pasien maupun jenazah terlantar di RSUP Sanglah, yang mana rumah sakit tipe A dan menjadi rujukan Indonesia Timur. Pasien terlantar sangat berdampak terhadap tagihan biaya perawatan dan pemulangan.

Inovasi ini mulai dilakukan sejak awal tahun 2018. Sebelum tahun 2018, banyak kendala yang dihadapi selama menangani pasien terlantar. Salah satunya pengurusan berkas pasien terlantar ke Dinas Sosial pun kerap menemui kendala. Apalagi penanganannya berlarut-larut dan memakan waktu yang sangat lama. Bahkan belum tentu membuahkan hasil. Sementara rumah sakit tidak boleh menolak pasien dan harus memberikan pelayanan kesehatan. “Dengan community networking dengan yayasan maupun LSM, mereka sangat membantu dalam mempercepat pemulangan pasien. Bahkan mereka juga menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan pasien terlantar tersebut. Mereka memberikan perawatan kepada pasien yang tidak mandiri. Kalau dari Dinas Sosial kan pasiennya harus mandiri,” terangnya.

Sejauh ini, kata Dewa Kresna, sudah ada beberapa Yayasan dan LSM yang digandeng oleh RSUP Sanglah dalam community networking diantaranya Yayasan Rumah Singgah Peduli, Flobamora, Banyumasan, Ikawangi dan BSMI. Ada pula yayasan lainnya seperti Paku Besi (Sidoarjo), Gustar (Sedulur Blitar), ada juga pecinta Liverpool, dan perorangan. Keberadaan yayasan dan LSM ini memiliki peran penting bagi para pasien dari luar Bali maupun dari luar wilayah kota kabupaten yang memang membutuhkan tempat tinggal sementara tanpa dipungut biaya selama menjalani pengobatan.

Dikatakan, pada tahun 2016 tercatat jumlah pasien dan jenazah terlantar sebanyak 42 orang dengan waktu paling lama pemulangan 6 bulan dan piutang sebesar lebih dari Rp 350 juta. Pada tahun 2017 sebanyak 48 orang dengan waktu paling lama pemulangan 6 bulan dan piutang sebesar Rp 56 juta. Sedangkan tahun 2018, dari Januari-Juli terdapat 14 pasien terlantar yang tertangani dengan lama pemulangan 3 bulan. Bantuan pembayaran dari yayasan atau LSM sebesar Rp 69 juta. “Komunitas, yayasan, dan LSM ini juga memberikan bantuan pembayaran melalui penggalangan dana. Jadi sangat terbantu pasien terlantar ini untuk dipulangkan,” katanya.

Dalam ajang ajang bergengsi yang digelar Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) ini, RSUP Sanglah menyabet lima penghargaan. Empat lainnya yakni dari Instalasi Gizi yang bersaing dalam kategori clinical service improvement project dengan  makalah yang disajikan bertema ‘Pengaruh Ready to Use Therapeutic Food (Rutf) kombinasi kacang tanah dan kacang hijau terhadap peningkatan berat badan pasien malnutrisi anak di RSUP Sanglah’ serta ‘Menurunkan sisa makanan cair atau formula sebelum dan sesudah penerapan rancang SPO di instalasi gizi RSUP Sanglah’. Keduanya sukses bertengger di posisi 2 dan 4 dalam kategori tersebut.

Sementara dalam kategori kategori innovation in healthcare it project, RSUP Sanglah meraih peringkat 2 dan 4. Masing-masing makalah berjudul ‘Sistem Dashboard pelayanan pasien rawat inap terintegrasi di RSUP Sanglah’ dan ‘Pengembangan media informasi dan edukasi melalui sistem intranet terintegrasi (integrated intranet system) untuk meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi kesehatan di RSUP Sanglah’.

“Kami mengirim 27 makalah, dan berhasil lolos lima makalah. Kami bersaing dengan 304 makalah dari 156 RS se-Indonesia. Sebelum ditampilkan di ajang Persi Awards, terlebih dahulu makalah kami jaring dan seleksi secara internal lewat kegiatan Gugus Kendali Mutu (GKM),” terang Dewa Ketut Kresna. *ind

loading...

Komentar