nusabali

IMB Unit Kanker RS Bali Mandara Akhirnya Diterbitkan Sang Walikota

  • www.nusabali.com-imb-unit-kanker-rs-bali-mandara-akhirnya-diterbitkan-sang-walikota

Sempat dipertanyakan DPRD Bali karena lama terkatung-katung, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Unit Pembangunan Alat Kesehatan Penyakit Kanker di RS Bali Mandara akhirnya diterbitkan Walikota Denpasar.

DENPASAR, NusaBali
IMB untuk Unit Kanker RS Bali Mandara di Jalan Bypass Ngurah Rai kawasan Sanur Kauh, Denpasar Selatan yang baru diterbitkan Walikota Denpasar ini bernomor 02/870/2018. Perihal telah terbitnya IMB Unit Kanker RS Bali Mandara ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Golkar, Nyoman Sugawa Korry, dalam keterangan persnya di Denpasar, Senin (1/10). Sugawa Korry mengatakan terbitnya IMB ini patut disyukuri. Sebab, sebelumnya proses IMB sempat mengalami hambatan teknis, di mana salah satu penyanding belum mau menandatangani persetujuan penyan-ding.

Menurut Sugawa Korry, hal tersebut berdampak tertundanya proses pembangunan Gedung Unit Kanker dan pengadaan alat kesehatan (Alkes) untuk penanganan penyakit kanker di RS Bali Mandara. Sugawa Korry memaparkan, dengan tertundanya IMB Unit Kanker RS Bali Mandara tersebut, proses pengurusan izin dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) juga tertunda.

“Tapi, syukurlah sekarang sudah turun IMB-nya. Kami dukung segera diwujudkan pembangunan Unit Kanker di RS Bali Mandara oleh Pemprov Bali,” ujar Sugawa Korry. “Silakan nanti eksekutif mengurus proses izin dari Bapeten sebagai persyaratan pembangunan fisik dan pengadaan alat kesehatan. Proses lelang pelaksanaan pembangunan dan pengadaan alat kesehatan sudah bisa dilaksanakan,” lanjut Sugawa Korry yang juga Sekretaris DPD I Golkar Bali.

Sugawa Korry menyebutkan, kalaupun pembangunan fisik Gedung Unit Kanker  dan pengadaan Alkes untuk penanganan penyakit kanker tidak bisa dilaksanakan tahun 2018 ini, DPRD Bali melalui rapat Badan Anggaran (Banggar) telah setuju uuntuk mendukung anggaran fisik dan Alkes sebesar Rp 105 miliar dalam APBD Bali Induk 2019.

”Hal ini kita dukung, karena masyarakat penderita kanker sudah semakin banyak. Bahkan informasinya, antrean di RS Sanglah mencapai 1.000 pasien lebih,” tegas politisi senior asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng ini.

Dengan pengadaan Alkes yang jauh lebih modern, diharapkan RS Bali Mandara nantinya bisa menangani penderita kanker secara lebih cepat, murah, dan dengan kualitas penangan yang lebih baik. “Informasi yang saya terima, Alkes kanker ini adalah yang termodern dan canggih. Bisa tangani 100  pasien kanker per hari,” katanya.

Pembangunan Gedung Unit Kanker dan Alkes moderen ini, kata Sugawa Korry, akan menjadikan RS Bali Mandara melengkapi sarana rumah sakit berstandar internasional. Ini nyambung dengan posisi Bali sebagai daerah tujuan wisatawan mancanegara. “Kami DPRD Bali mendukung sepenuhnya dan berharap eksekutif segera menindaklanjutinya secara profesional. Kami juga mengusulkan agar dianggarkannya biaya pendidikan untuk SDM yang akan menangani dan mengelola Alkes kanker modern ini.”

Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang Provinsi Bali, I Wayan Whiastana Ika Putra, mengatakan anggaran Alkes pelayanan kanker sebear Rp 49 miliar dan pembangunan fisik Gedung Unit Kanker sebesar Rp 56 miliar untuk RS Bali Mandara nyaris dicabut dari APBD Induk 2018. Namun, dengan turunnya IMB Gedung Unit Kanker ini, maka anggaran total Rp 105 miliar tersebut tetap jalan.

“Karena IMB-nya sudah terbit, maka dana Rp 105 miliar tersebut tetap berjalan dan akan dilaksanakan programnya. Tapi, saya sendiri belum terima informasi pasti terkait terbitnya IMB tersebut,” ujar Ika Putra saat dikonfirmasi NusaBali terpisah, Senin kemarin.

Ika Putra menyebutkan, sebelumnya sempat ada kekhawatiran penganggaran dana untuk pembangunan fisik Gedung Unit Kanker dan pengadaan Alkes ini hangus alias dicabut dari mata anggaran. Masalahnya, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat itu belum ada kepastian akan terbitkan IMB. “Kalau memang IMB-nya sudah terbit, ya syukurlah. Unit Kanker ini kan sangat diharapkan masyarakat Bali,” tegas mantan Kepala Urusan Rumah Tangga Setda Provinsi Bali ini. *nat

Komentar