nusabali

Eks Pelabuhan Buleleng Dirancang Jadi Pelabuhan Kapal Pesiar

  • www.nusabali.com-eks-pelabuhan-buleleng-dirancang-jadi-pelabuhan-kapal-pesiar

Pemkab Buleleng berencana ingin menghidupkan kembali eks Pelabuhan Buleleng.

SINGARAJA, NusaBali

Kawasan bersejarah itu akan dijadikan sebagai tempat berlabuhnya kapal pesiar berukuran kecil. Dermaga di kawasan eks Pelabuhan Buleleng juga akan dirancang diperpanjang untuk penyandaran kapal pesiar.

Ide tersebut muncul setelah Buleleng akhir-akhir ini kerap disinggahi oleh kapal-kapal pesiar. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Jumat (24/9), meminta Dinas Pariwisata segera merancang Detai Enginering Design (DED) pelabuhan itu tahun 2019. “Kalau eks Pelabuhan Buleleng dikembalikan menjadi pelabuhan kapal pesiar akan sangat bermanfaat. Tinggal tambah panjang dermaga sekitar 115 meter. Terkait dana, masih bisa dicari. Coba dulu buat DED-nya. Biar tidak dibilang wacana saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan, potensi pengembangan pariwisata Buleleng juga menjanjikan jika pelabuhan Buleleng difungsikan kembali. Sebagai kawasan stategis di pusat kota akan mendukung program city tour, dalam pengembangan pariwisata Buleleng. Hanya saja, menurutnya, pengembangan dan penataan kembali kawasan eks pelabuhan Buleleng sebagai pelabuhan kapal pesiar berskala kecil tidaklah mudah. Ia menyebutkan pengembangan itu membutuhkan biaya yang besar dan diimbangi dengan rencana yang matang. Sejauh ini Dispar mengaku sudah melakukan pengukuran kedalaman untuk rencana perpanjangan dermaga, yang ideal untuk tempat sandar kapal pesiar berukuran kecil. “Minimal kedalamannya 300 meter, sehingga harus diperpanjang 114 meter lagi dermaganya. Kami baru melakukan penjajakan kasar, dengan menggunakan alat milik BPBD Buleleng,” katanya.

Dengan kendala itu, Sutrisna belum dapat memastikan kapan penyusunan DED bisa dirampungkan. Karena harus melalui proses perencanaan matang dan melibatkan sejumlah instansi terkait. “Kami harus mencari data yang paling akurat dulu dengan melibatkan instansi-instansi terkait. Kalau data sudah ada baru lah terlihat mampu nggak kami membangun dengan dana sekian, kalau kedalamannya sekian,” tegas dia. *k23

Komentar