nusabali

6 Hotel Disulap Jadi Kantor untuk IMF-WB

  • www.nusabali.com-6-hotel-disulap-jadi-kantor-untuk-imf-wb

5.000 Koki Disiapkan Dukung Perhelatan

MANGUPURA, NusaBali

Enam (6) hotel di dalam kawasan The Nusa Dua, Kkelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung disiapkan jadi kantor para delegasi Annual Meeting International Monetary Fund-Worl Bank (IMF-WB), 8-14 Oktober 2018 nanti. Keenam hotel ini sudah mulai dikosongkan, Senin (24/9), yakni Bali Nusa Dua Copnvention Centre (BNDCC), Grand Whiz, Sofitel Bali, Nusa Dua Bali Hotel, The Westin, dan The Laguna

Keenam hotel mewah ini mulai dikosongkan, karena kamar-kamanya disulap menjadi ruangan pertemuan. Managing Director The Nusa Dua ITDC, I Wayan Karioka, sejak Senin lalu, tidak ada lagi wisatawan yang menginga di 6 hotel tersebut.

Sedangkan 8 hotel lainnya yang berada di dalam kawasan The NusaDua, disiapkan untuk penginapan para delegasi Annual Meeting IMF-WB 2018, yakni Grand Hyatt, Ina Putri Bali, Courtyard, Ayodya Resoert, Melia Bali, The Laguna, Nusa Dua Bali Hotel, dan Sofitel Bali. “Kamar-kamar 8 hotel ini tidak langsung dikosongkan dari wisatawan asing,” ungkap Wayan Karioka, Selasa (25/9). Perlu dicatat, sebagian kamar Hotel The Laguna, Sofitel Bali, dan Nusa Dua Bali Hotel juga dipermak menjadi kantor delegasil IFM-WB 2018.

Jumlah kamar dari 8 hotel untuk tempat penginapan delegasi IMF-WB 2018 ini mencapai 2.221 unit. Rinciannya, Grand Hyatt sebanyak 532 kamar, Ina Putri Bali (300 kamar), Ayodya Resoert (376 kamar), Melia Bali (250 kamar), The Laguna (113 kamar), Nusa Dua Bali Hotel (200 kamar), Sofitel (270 kamar), dan Courtyard (170 kamar).

Karioka mengatakan, wisatawan non delegasi dengan sendirinya nanti akan pergi secara natural dari 8 hotel tersebut, sebelum Annual Meeting IMF-WB 2018 berlangsung. Hal itu sudah diatur oleh manajemen hotel masing-masing.

“Sedangkan untuk 6 hotel yang dijadikan kantor pertemuan para delegasi, saat ini sedang dipersiapkan. Kamar-kamar 6 hotel itu akan disulap menjadi kantor. Hotel tersebut sudah mulai dikosongkan sejak Senin,” jelas Karioka sembari menyebut sebagian delegasil IMF-WB 2018 sudah berdatangan ke Bali.

Untuk keamanan dan kenyamanan jalannya Annuel Meeting IMF-WB yang akan dihadiri lebih dari 15.000 delegasi asal 189 negara, kata Karioka, kawasan The Nusa Dua akan disterilkan, 6-14 Oktober 2018. Semua penghuni kawasan, baik karyawan hotel maupun pegawai ITDC, semuanya harus menggunakan tada pengenal khusus. Pegawai dan karyawan akan diatur baik penjemputan maupun keluar dari dalam kawasan oleh masing-masing tenan. “Kawasan The NusaDua akan mulai tertutup untuk umum, termasuk wisatawan, mulai 6 Oktober 2018,” papar Karioka.

Sedangkan ujicoba penggunaan ID, kata Karioka, akan dilakukan mulai 3 Oktober 2018. ID untuk 20.000 peserta sudah selesai dibuat, 21 September 2018 lalu. “Nantinya, masing-masing tenan sudah ada meeting point. Para pegawai ataupun karyawan akan diantar jemput oleh masing-masing tenan ke meeting point yang disediakan, dengan menggunakan shuttle bus masing-masing,” katanya.

Sementara itu, sekitar 5.000 koki (juru masak) dengan chef masing-masing akan terlibat meramu menu masakan untuk para delegasi IMF-WB 2018. Ribuan koki tersebut berasal dari hotel-hotel di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya. Perkiraan 5.000 koki tersebut mengacu jumlah sementara hotel di kawasan Nusa Dua yang sudah dibooking untuk menginap delegasi IMF-WB.

“Tentu semua koki itu merupakan personel yang sudah profesional,” ujar Ketua Bali Hotel Assosiation (BHA), Ricky Putra, Kamis (20/9) lalu. Ricky Putra mengatakan, paling tidak ada tiga katogori jenis menu yang dipersiapkan untuk delegasii IMF-WB nanti, maisng-maisng Western Food, Indonesian Food, dan Balinnese Food.

Sedangkan Ketua Indonesian Chef Assosiation (ICA), Hendra Mahendra, menyatakan sudah ada kesiapan para ahli masak untuk mendukung suksesnya Annual Meeting IMF-WB 2018. “Selama perhelatan, sudah ada komitmen para chef untuk tidak pindah kerja,’ jelas Hendra.

Menyangkut menu makanan, menurut Hendra, secara garis besar perbandingannya adalah 50 persen masakan Indonesia dan 50 persen menu internasional. Hendra membenarkan ribuan koki dari hotel-hotel di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya yang merupakan anggota ICA, telah disiapkan untuk mendukung perhelatan Annual Meeting IMF-WB 2018 ini. *op,k17

Komentar