nusabali

Ratusan Pelajar se Bali Ikuti Jambore KSPAN di Keramas

  • www.nusabali.com-ratusan-pelajar-se-bali-ikuti-jambore-kspan-di-keramas

Ratusan pelajar SMP, SMA/SMK se Bali mengikuti Jambore Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba (KSPAN) di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Kamis (20/9) - Sabtu (22/9).

GIANYAR, NusaBali
Jambore ini digelar untuk membentengi generasi muda dari ancaman HIV/Aids dan Narkoba, demi terciptanya generasi sehat. Ketua panitia Jambore KSPAN Provinsi Bali Drh Made Suprapta MM menjelaskan, secara khusus kegiatan ini diharapkan dapat menekan infeksi baru HIV dan Narkoba di kalangan siswa dan remaja. Selain itu, menekan kematian karena HIV dan Narkoba, dan mengikis habis stigma dan diskriminasi terhadap pengidap HIV/Aids.  Jambore ini diikuti 216 pelajar dan 54 guru pembina. Selama tiga hari dua malam, peserta mengikuti kemah, diskusi, lomba jingle KSPAN, lomba musikalisasi puisi, lomba  jejak KSPAN, lomba cak dag, dan sesi berbagi pengalaman.

Terkait kondisi umum epidemi HIV/Aids di Bali, kata Suprapta, semakin meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, tercatat kumulatif kasus HIV-Aids sejak ditemukan tahun 1987, sampai Juli 2018 mencapai 19.286 kasus. "Penyebarannya hampir di seluruh kabupaten/kota di Bali," ujarnya. Penularan terbanyak virus ini melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik narkoba. Mirisnya, virus ini menginfeksi penduduk usia produktif termasuk usia sekolah,  remaja, ibu rumah tangga, bayi dan anak-anak. Masih kuatnya fenomena stigma dan diskriminasi terhadap Odha, menghambat pencegahan dan penanggulangannya. Oleh karena itu pihaknya mengharapkan komitmen berbagai pihak untuk menekan laju virus ini di semua lini.

Keberadaan KSPAN di 36 SMP, 36 SMA/SMK di Bali pun diharapkan dapat berperan. "Pada data base kami, tercatat sebanyak 5.000 anggota KSPAN se Bali," ungkapnya. Jambore ini dibuka sscara resmi oleh Wakil Ketua Harian II KPA Provinsi Bali sekaligus dijabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya, diwakili Kepala Seksi P2P Dinkes Bali dr I Wayan Sukrata MPh.

Salah satu peserta jambore, Dewa Ayu Prilia Astari dari SMAN 1 Banjarangkan, Klungkung, mengaku tertarik mengikuti jambore karena rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap kasus HIV/Aids. "Orang bisa kena karena kurang paham. Maka itu saya dan teman-teman tertarik ikut KSPAN supaya tahu banyak tentang HIV-Aids. Setelah tahu, tentunya kita bisa berupaya untuk menjauhi virusnya dengan melakukan kegiatan positif," jelasnya.  Dengan bergabung dalam KSPAN, dirinya pun mulai mengikis kesan negatif terhadap penderita HIV/Aids. Dari setiap kabupaten/kota, ada 24 peserta terpilih yang mengikuti jambore ini.*nvi

Komentar