nusabali

Usai Dilantik, Koster Cok Ace Temui Mega

  • www.nusabali.com-usai-dilantik-koster-cok-ace-temui-mega

Koster-Cok Ace dijadwalkan pulang ke Bali hari ini, buat sementara masih ngantor di Kantor Transisi

Gubernur Baru Sempat Diajak Mendagri ke KPK

JAKARTA, NusaBali
Pasangan Dr Ir Wayan Koster MM-Dr Ir Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati MSi (Koster-Cok Ace) telah dilantik Presiden Jokowi sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Bali 2018-2023, di Istana Negara Jakarta, Rabu (5/9). Usai dilantik, Koster-Cok Ace langsung bertemu Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Pasangan Koster-Cok Ace dilantik bersamaan dengan pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur dari 8 daerah lainnya oleh Presiden Jokowi. Mereka adalah pasangan Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel), Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Sumut), Ali Mazi-Lukman Abunawas (Sultra), Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen (Jateng), Sutarmidji-Ria Norsan (Kalbar), Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi (NTT), Lukas Enembe-Klemen Tinal (Papua), dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Jabar).

Pelantikan yang digelar di Ruang Utama Istana Negara Jakarta kemarin diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjut pembacaan Keputusan Presiden RI oleh Deputi Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Dr Cecep Setiawan. Selanjutnya, Presiden Jokowi melantik Gubernur-Wakil Gubernur terpilih hasil Pilgub 2018 satu per satu.

Saat pelantikan kemarin, Gubernur Wayan Koster didampingi sang istri Ni Putu Putri Suastini, sementara Wagub Cok Ace didampingi sang istri Putri Ramaswati Ardhana Sukawati. Hadir pula Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, para Bupati-Wakil Bupati asal PDIP se-Bali, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) Provinsi Bali), hingga keluarga Gubernur-Wakil Gubernur. Koster-Ace disumpah secara Agama Hindu oleh Presiden Jokowi, dengan disaksikan Shri Bhagawan Putra Nata Wangsa.

Usai dilantik kemarin, rombongan dari Bali tidak langsung balik ke Pulau Dewata. Sebaliknya, Koster-Cok Ace bersama jajaran Bupati-Wakil Bupati dari PDIP se-Bali dan Ketua Dewan Adi Wiryatama bertemu Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, di kediamannya kawasan Jalan Kebagusan Jakarta Selatan.

Pertemuan Koster-Cok Ace dengan Megawati dilakukan tadi malam mulai pukul 19.00 WIB. Pertemuan tersebut merupakan silaturahmi dan sekaligus konsolidasi. “Itu pertemuan silaturahmi dengan Bu Mega. Kan Bu Mega juga hadir di acara pelantikan Gubernur-Wakil Guberur,” ungkap sumber NusaBali. Rencananya, Koster-Cok Ace baru akan pulang ke Bali, Kamis (6/9) pagi ini.

Seesaat setelah pelantikan di Istana Negara Jakarta kemarin, Gubernur Wayan Koster mengatakan salah satu prioritas awal dalam mewujudkan visi misi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ adalah mewujudkan Bali yang bersih dari sampah plastik dan menata pengelolaan sampah. Selain itu, pihaknya juga akan mendukung pemerintah pusat agar pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank yang digelar di Bali, Oktober 2018 mendatang, berlangsung sukses dan aman.

Terkait dengan birokrasi, Gubernur Koster berjanji akan menerapkan sistem pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabe. “Kami akan perkuat dengan sistem yang memadai, agar bisa berjalan sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku,” ujar Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini.

Sedangkan Wagub Cok Ace mengatakan, pihaknya akan melakukan penataan pariwisata, sehingga tulang punggung perekonomian masyarakat Bali ini bisa terus bertahan dan bahkan menjadi lebih baik lagi. “Bagaimana mengelola Bali dalam satu kelola, agar pembangunan masing-masing kawasan terintegrasi dan tidak saling meniru,” tandas tokoh pariwisata asal Puri Agung Ubud yang mantan Bupati Gianyar 2008-2013 dan kini masih menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali ini.

Di sisi lain, Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra, menyatakan Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace buat sementara ngantor di Kantor Transisi, Jalan Mohamad Yamin Niti Mandala Denpasar. Gubernur-Wakil Guberur menyiapkan serah terima jabatan dan kumpulkan jajaran OPD Pemprov Bali.

“Tapi, ini masih tentatif. Serah terima jabatan (dengan Penjabat Gubernur Bali, Hamdani, Red) akan dilakukan dalam Sidang Paripurna Istimewa SPRD Bali, 8 September 2018 nanti,” ujar Dewa Mahendra.

Pasangan Koster-Cok Ace terpilih sebagai Gubernur-Waklil Gubernur Bali 2018-2023, setelah memenangkan Pilgub Bali, 27 Juli 2018 lalu. Koster-Cok Ace (yang diusung PDIP-Hanura-PKPI-PAN-PKB-PPP) memenangi tarung head to head melawan pasangan IB Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), Cagub-Cawagub Bali yang diusung Golkar-Demokrat-Gerindra-NasDem-PKS-PBB. Koster Cok Ace meraih 1.213.075 suara (57,68 persen), sementara Mantra-Kerta meraih 889.930 suara (42,32 persen).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kemarin mengajak Wayan Koster-Cok Ace dan 8 Gubernur-Wakil Gubernur sal daerah lainnya yang baru dilantik ke Kantor KPK, Jalan Kuniangan Persada Jakarta Selatan. Tjahjo ingin para kepala daerah terbiasa berkomunikasi dengan KPK untuk sistem pencegahan korupsi.

"Saya sama Gubernur-Wakil Gubernur ke KPK, diskusi dengan KPK," ujar Tjahjo dilansir detikcom di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu kemarin. Tjahjo menegaskan pentingnya kepala daerah membangun sistem pencegahan di wilayahnya. Menurut Tjahjo, tak perlu takut atau sungkan berdiskusi dengan KPK. "Pencegahan sudah saya bangun sekarang ini, para Gubernur mau komunikasi. Jangan takut-takut dengan KPK kalau ada permasalahan. Yang penting, pencegahan," tandas mantan Sekjen DPP PDIP ini. *nat

Komentar