nusabali

Bupati Artha Soroti Realisasi Belanja Daerah Rendah

  • www.nusabali.com-bupati-artha-soroti-realisasi-belanja-daerah-rendah

Berdasar hasil evaluasi program dan kegiatan pada semester pertama APBD Jembrana 2018, realisasi belanja daerah belum maksimal.

NEGARA, NusaBali
Untuk belanja langsung baru mencapai 33,35 persen. Begitu juga belanja tidak langsung masih 41,48 persen. Rendahnya realisasi belanja daerah yang masih di bawah 50 persen itu mendapat sorotan Bupati Jembrana I Putu Artha, saat memberikan arahan di sela-sela apel jajaran Pemkab Jembrana di Taman Pecangakan Jembrana, Senin (3/9) pagi.

Bupati Artha mengatakan, rendahnya realisasi belanja daerah itu menandakan masih ada hambatan dalam melaksanakan program maupun kegiatan pemerintah. Terkait hambatan itu, jajaran OPD diminta serius menyikapi, sehingga program maupun kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya, benar-benar maksimal terealisasi untuk masyarakat.

“Segala kegiatan terkait dengan perencanaan pembangunan, dikerjakan dengan baik, tepat waktu, sesuai aturan yang berlaku, dan berorientasi pada layanan masyarakat. Sekali lagi, kami mohon saudara sekalian lebih meningkatkan kinerja dan koordinasinya,” katanya.

Bupati Artha juga mengingatkan adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 38 Tahun 2018 tentang pedoman penyusunan APBD 2018. Dalam Permendagri itu ditegaskan penyusunan APBD wajib memperhatikan prioritas pembangunan nasional, kemampuan keuangan daerah, dan prioritas pembangunan daerah.

“Terkait hal tersebut kami perintahkan Sekda beserta jajaran TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) agar betul-betul mematangkan RAPBD 2019. Salah satu penekanan kami, adalah perencanaan serta penganggaran bansos dan hibah agar betul-betul direncanakan sesuai aturan,” ujarnya.

Dalam melaksanakan kegiatan pemerintah, Bupati Artha mengimbau jajaran OPD untuk mencari rekanan yang memiliki kredibilitas baik. Setiap pelaksanaan kegiatan, jajarannya diminta ikut mengawasi kinerja rekanan dengan baik, agar hasilnya benar-benar sesuai perencanaan, dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.  “Saya mengimbau kepada Sekda, Inspektorat, dan semua ASN di Pemkab Jembrana ikut mengawasi kinerja rekanan. Jangan sampai ada masalah karena tidak diawasi secara maksimal,” tandas Bupati Artha. *ode

Komentar