nusabali

Rp 200 Ribu/Bulan untuk Lansia Terlantar

  • www.nusabali.com-rp-200-ribubulan-untuk-lansia-terlantar

Para lansia akan diberikan kartu dari Bank BPD Bali yang di dalamnya berisikan uang belanja senilai Rp 200 ribu. Dengan uang itu mereka bisa berbelanja di warung yang sudah memiliki e-Warung.

DENPASAR, NusaBali

Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah menyiapkan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 83.200.000 setiap bulannya untuk menanggung kebutuhan 416 warga lanjut usia (lansia) di Denpasar. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan rasa tenang kepada lansia yang selama ini hidup tanpa ada yang mengurus alias telantar.

Dari 416 lansia masing-masing akan diberikan jatah Rp 200 ribu perbulan. Uang tersebut diberikan tidak secara tunai, namun akan diberikan berupa kartu belanja. Jadi, bantuan ini tidak boleh dicairkan dalam bentuk uang, melainkan harus dibelanjakan di tempat yang sudah ada e-Warung dan khusus untuk pembelian sembako dan kebutuhan sehari-hari.

"Kami berikan bantuan ini demi kenyamanan dan kebahagiaan para lansia di Denpasar. Soalnya lansia yang masuk kategori terlantar ini perlu ditanggung kebutuhannya. Mereka akan diberikan kartu dari Bank BPD Bali yang di dalamnya berisikan uang belanja Rp 200 ribu. Dengan uang itu mereka bisa berbelanja di warung yang sudah memiliki e-Warung dan khusus hanya untuk belanja sembako seperti beras, kopi, gula dan lainnya," ungkap Kadinsos Denpasar I Made Mertajaya, Senin (3/9).

Dijelaskan Mertajaya, untuk saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi terhadap lansia yang sudah terdata. Dinsos masih melakukan penyesuaian Nomor Induk Keluarga (NIK) lansia sebagai kriteria untuk mendapatkan bantuan tersebut. Sebab, bantuan ini akan dipakai lansia seumur hidup, jika memang tidak sesuai NIK yang dimiliki, Dinsos akan kembali melakukan perbaikan.

"Untuk memberikan bantuan ini kita tidak semua lansia yang bisa ditanggung. Yang kami tanggung yakni lansia telantar, artinya ada kriterianya. Lansia telantar seperti tidak punya keluarga, namun memiliki NIK Denpasar. Lansia yang masih punya anak namun ditinggal nikah dan dia hanya tinggal sendiri.  Yang pastinya tidak ada yang mengurus, karena mereka sudah tua kan tidak mungkin nyari biaya sendiri," ujarnya.

Kata Mertajaya, hingga saat ini yang sudah ada dalam data untuk mendapat kartu sebanyak 416 lansia. Pembagian kartu tersebut akan dilakukan paling lambat akhir tahun 2018. Sebab, dana yang dipakai sudah dialokasikan hanya tinggal menunggu selesai verifikasi. Jika sudah selesai maka kartu yang berisikan uang bantuan itu langsung dicairkan tanpa menunggu proses lagi. "Prosesnya sudah selesai. Tinggal verifikasi sedikit," katanya. *mi

Komentar