nusabali

Coki Berpeluang Raih Medali

  • www.nusabali.com-coki-berpeluang-raih-medali

Memang persaingan sangat ketat, tapi saya optimistis Coki mendapatkan medali. Sebab ia peraih perak pada Kejuaraan Asia di Jordan 2018.

Terganjal Kuota, Made Kertiyasa Batal Tampil

JAKARTA, NusaBali
Pelatih karate asal Bali I Putu Deddy Mahardika optimitistis, salah satu atlet asuhannya Cokorda Istri Sanistya Rani berpeluang besar meraih medali emas.  Deddy pun berharap, Coki, panggilan akrab Cokorda Istri, mampu mempersembahkan hasil terbaik.

Menurut Deddy, Coki adalah pemegang medali emas SEA Games 2017 di Malaysia. Ia juga peraih perak pada Kejuaraan Asia di Jordan, Juli 2018. Bermodal prestasi itu, Deddy berharap anak didiknya di Dojo Garing Kerti, Jembrana mendapatkan medali.

“Memang persaingan sangat ketat, tapi saya optimistis Coki mendapatkan medali. Peluang Coki di Asian Games sangat besar," tegas Deddy, di lokasi pertandingan karate, Plenary Hall Jakarta Convention Center, Sabtu (25/8).

Kini, Coki menjadi satu-satu karateka Pulau Dewata yang membela Indonesia di Asian Games 2018. Ia akan turun pada di kelas -55 kg, Minggu (26/8) ini. Sedangkan I Made Budi Kertiyasa yang sebelumnya bersiap tampil di kelas +84, terpaksa batal bertanding.

Menurut Deddy, Kertiyasa tidak berlaga karena terbentur quota. Sebab masing-masing negara berhak mengirimkan delapan karateka, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah. Karena itu, ke-12 karateka di pelatnas hanya delapan orang yang bertanding.

"Kedelapan karateka itu dianggap berpeluang mendapat medali. Saya yakin, mereka pilihan terbaik mewakili Indonesia," ujar Deddy.

Deddy pun mengatakan, Budi Kertiyasa mengetahui keputusan tersebut. Dia juga menerima dengan legowo. Sedangkan Deddy ke Jakarta, karena undangan PB FORKI untuk mendukung para karateka tim Merah Putih berlaga. Berhubung anak didiknya menjadi bagian dari tim Indonesia, Deddy pun khusus memberikan dukungan kepada Coki.

Selain Deddy, Coki memperoleh dukungan pula dari keluarganya. "Ibu, Nenek dan adik ketiga Coki datang kemari. Mereka tiba lebih dahulu dari saya," ucap Deddy.

Sementara pada cabang karate, Indonesia meraih satu medali perunggu melalui atlet asalah Lombok Ahmad Zigi Zaresta, dari nomor kata perorangan. Meski meleset dari target emas, dia Ahmad igi mengaku sudah tampil habis-habisan.

Pada perebutan perunggu, Zigi menundukkan karateka Qatar, Adham Hashem 5-0. Zigi harus puas perunggu karena dikalahkan andalan Jepang Ryo Kiyuna 0-5 pada semifinal. "Ini Asian Games pertama saya dan saya ingin memberikan yang terbaik. Kalau target tapi target pribadi ingin final. Tapi, semua saya syukuri, karena ini yang terbaik," ujar Zigi. *k22

Komentar