nusabali

Lifter Ketut Ariana Batal Berebut Medali

  • www.nusabali.com-lifter-ketut-ariana-batal-berebut-medali

Lifter angkat besi kebanggaan Bali, I Ketut Ariana, 28, harus mengubur dalam-dalam mimpinya untuk berebut medali dalam Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September 2018.

Tidak Laik Tarung karena Cedera Bahu


JAKARTA, NusaBali
Gara-gara cedera bahunya tak kunjung sembuh, lifter yang diandalkan Indonesia berebut medali di Kelas 77 Kg Putra ini urung bertarung. Padahal, Ketut Ariana sudah bersiap adu otot di arena pertarungan cabang angkat besi di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (23/8).

Nama Ketut Ariana sebetulnya sudah sudah diperkenalkan sebagai salah satu lifter angkat besi yang berlaga di Grup B Kelas 77 Kg, bersama 8 atlet lainnya asal negara berbeda, Kamis kemarin. Namun, ketika pertarungan baru berlangsung beberapa menit, keluar pengumuman susulan bahwa Ketut Ariana dinyatakan tidak tampil.

Karena dinyatakan tidak laik tarung, Ariana yang semula berada di ruang atlet pun harus pindah ke tribun penonton JIEXPO Kemayoran. Lifter peraih medali emas SEA Games 2017 ini berusaha tegar menerima keputusan tersebut, walau terasa menyakitkan. Ariana tidak menyalahkan siapa-siapa. "Rekomendasi dokter, saya tidak layak bertarung," keluh Ariana kepada NusaBali di tribun penonton JIEXPO Kemayoran, Kamis kemarin.

Lifter kelahiran Jembrana, 6 September 1990 ini, hanya kecewa kepada diri sendiri, karena justru mengalami cedera bahi mendekati pertandingan Asian Games 2018 di depan publik sendiri. Cedera bahu itu sendiri menimpa Ariana saat latihan, akhir Juli 2018 lalu.

Awalnya, otot bahu kirinya robek dan berhasil pulih kembali. Selanjutnya, bahu kanan Ariana juga kena. Berhubung namanya sudah di daftarkan, Ariana terus menjalani terapi sebagai upaya penyembuhan. Ariana pun awalnya optimistis bisa bertanding di Asian Games 2018. Namun, saat detik-detik pertandingan kemarin, anak bungsu dari tiga bersaudara keluarga pasangan I Ketut Sukita dan Ni Wayan Manis ini harus menerima kenyataan pahit tidak boleh bertarung.

Pelatihnya di Bali, Nyoman Ari Suryawan, sudah mengetahui kondisi Ariana. Me-nurut Ariana, dia sudah mengabarkan kondisinya di Pelatnas Asian Games. Sang pelatih pun memberikan support kepada Ariana agar tampil makimal, tapi bila ti-dak bisa mengangkat barbel, jangan dipaksakan.

Pasca divonis tak layak bertarung di Asian Games 2018, Kamis kemarin, ayah satu anak dari pernikahannya dengan Kadek Diah ini harus fokus menjalani penyembuhan. Ariana diharapkan bisa tampil dan sekaligus mempertahankan medali emas bagi Indonesia dalam SEA Games 2019 mendatang.

Ketut Ariana merupakan satu-satunya lifter angkat besi asal Bali yang lolos seleksi ke Asian Games 2018. Dia lolos setelah penampilannya cukup gemilang saat seleksi nasional pembentukan tim inti angkat besi Asian Games, 28 Juli 2018 lalu. Kala itu, Ariana mampu melakukan angkatan total 344 kg. Bahkan, Ariana sukses memecahkan Rekornas angkatan snatch atas nama Sandow W Nasution yang sudah bertahan selama 10 tahun.

Angkatan snatch Sandow Nasution sebelumnya adalah seberat 153 kg, yang dicip-takannya saat Olimpiade Beijing 2008. Kemudian, Ariana memecahkan Rekornas milik Sandow itu dengan angkatan snatch seberat 154 kg saat Test Event Asian Games 2018.

Atas keberhasilannya itu, Ariana digadang-gadang bisa memperoleh minimal me-dali perak di Asian Games 2018. Apalagi, pesaing Ariana sedikit berkurang me-nyusul larangan terhadap lifter China untuk bertarung. Ariana tinggal bersaing de-ngan lifter andalan Thailand. Ariana yakin bisa menang dan sekaligus sabet medali emas, karena sebelumnya sudah mampu mengalahkannya lifter Thailand itu saat SEA Games 2017. Sayang, harapan lifter asal Banjar/Desa Melaya, Kecamnatan Melaya, Jembrana yang peraih medali perunggu Test Event Asian Games 2018 ini pupus karena dibekap cedera bahu. *k22

Komentar