nusabali

Panen Sayur Sawi di Demplot

  • www.nusabali.com-panen-sayur-sawi-di-demplot

Sempat vakum selama 11 bulan, demplot seluas 3,8 hektare di Kantor UPT Dinas Pertanian Kecamatan Rendang, Banjar Singerata, Desa/Kecamatan Rendang, kembali difungsikan.

AMLAPURA, NusaBali

Panen perdana pasca vakum akibat erupsi Gunung Agung berupa sayur sawi seluas 40 are. Panen berikutnya bunga gemitir. Demplot kembali difungsikan bekerjasama dengan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan petani setempat.

Kepala Dinas Pertanian Karangasem, I Wayan Supandi, menjelaskan pembagian hasi antara petani, KTNA dan UPT. Sementara Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Rendang, I Wayan Suradnya, mengatakan tidak ada anggaran untuk kembali membangun demplot. Seba selama tahun 2017 dan tahun 2018 areal UPT digunakan membangun 358 tenda untuk menampung pengungsi. “Makanya kami kerjasama dengan petani dan KTNA untuk menyediakan bibit dan pupuk,” katanya, Senin (13/8).

Setelah panen, hasilnya dipotong biaya bibit dan pupuk. Hasil penjualan dibagi dua antara petani dengan pemerintah. “Kami merasa terbantu adanya kerjasama dengan KTNA sehingga lahan bisa dimanfaatkan kembali,” tambahnya.

Buruh petik sayur sawi, Ni Kadek Wartini, dari Banjar Pemuteran, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang mengatakan, petani menghabiskan biaya sekitar Rp 35 juta untuk tanam sayur sawi, cabe, dan bunga gemitir di lahan 40 are. Lahan demplot itu vakum sejak 22 September 2017 hingga Juni 2018, Demplot yang kembali dibangun mengembangkan tanaman sayur kol, sayur hijau, cabe, tomat, terong, jagung. gemitir dan sebagainya. Tanaman hortikultura dikembangkan agar cepat menghasilkan untuk dijual. “Umur satu bulan bisa panen,” imbuhnya.

Suradnya berencana menata demplot untuk jadi objek wisata dengan menyediakan tanaman aneka bunga warna-warni di lahan paling depan. Selain menyediakan pot-pot bunga untuk daya pikat pengunjung. Tahun 2019 ada anggaran untuk kembali menata demplot agar lebih optimal manfaatnya. *k16

Komentar