nusabali

Caleg DPR RI Hanura Banyak TMS

  • www.nusabali.com-caleg-dpr-ri-hanura-banyak-tms

Soal nama-nama Caleg DPR RI dari Partai Hanura yang dinyatakan TMS, Lolak mengatakan tidak tahu persis daerah pemilihan mana saja.

Lolak Yakin Tetap Bisa Ikut Pemilu 2019

DENPASAR,NusaBali
Partai Hanura harus melewati jalan terjal meloloskan Caleg DPR RI di Pileg 2019 yang disyaratkan KPU RI. Bagaimana tidak verifikasi persyaratan Caleg DPR RI Partai Hanura di KPU Bali terungkap banyak yang tidak memenuhi syarat (TMS). Dari 575 Caleg DPR RI yang diajukan DPP Partai Hanura hanya 9 yang dinyatakan MS (Memenuhi Syarat) dari persyaratan oleh KPU RI.

Hanura pun merapatkan barisan dan lakukan gugatan ke Bawaslu RI, kalau sampai Hanura diganjal dengan persyaratan Caleg DPR RI di Pileg 2019. Ketua DPP Hanura Bina Wilayah Bali, NTB, NTT, I Kadek ‘Lolak’ Arimbawa saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (4/8) mengatakan verifikasi persyaratan Caleg DPR RI Partai Hanura yang akhirnya melahirkan caleg TMS hanya masalah melengkapi persyaratan saja.  “Persyaratannya tidak hal-hal yang prinsip, kami yakin bisa selesaikan dan Hanura bisa ikut pemilu,” ujar anggota DPR RI 2009-2014 dan 2014-2019 ini.

Lolak menyebutkan ada waktu tiga hari melengkapi kekurangan persyaratan. Melengkapi persyaratan ini terhitung waktu 3 hari sejak dinyatakan TMS oleh KPU RI, yakni pada Kamis (2/8). “Jadi kita tidak gusar, karena ada waktu perbaikan sampai 3 hari ke depan. Hanura juga sudah siapkan gugatan terkait masalah ini kepada Bawaslu RI,” ujar Lolak.

Soal nama-nama Caleg DPR RI dari Partai Hanura yang dinyatakan TMS, Lolak mengatakan tidak tahu persis daerah pemilihan mana saja. Karena ada 34 provinsi dengan terbagi dari beberapa dapil diusulkan ke KPU RI. “Apakah dari Dapil Bali ada yang kategori TMS saya tidak tahu. Saya belum cek yang TMS itu di mana saja. Hanya 9 Caleg yang ditetapkan MS di mana saja kita masih cek,” ujar Lolak.

Apakah dari Dapil Bali tidak dicek kelengkapan persyaratannya? “Kan pendaftaran dari Dapil Bali melalui Silon (Sistem Pencalonan) ke KPU RI. Kalau saya sendiri dan teman-teman dari Dapil Bali sih kemarin melengkapi semua persyaratan. Kan semuanya harus verifikasi. Dan ada waktu kok melengkapi persyaratan yang kurang,” ujar seniman lawak kondang asal Desa Kamasan Kecamatan/Kabupaten Klungkung ini.

Sejumlah daftar caleg DPR RI 2019 yang dipasang dari dapil Bali adalah nomor urut 1, I Gede Pasek Suardika anggota DPD RI asal Kabupaten Buleleng. Pasek Suardika yang mantan Ketua Komisi III DPR RI ini diandalkan akan merebut suara maksimal di Dapil Bali, sehingga Hanura bisa meraih suara signifikan untuk meloloskan kandidat DPR RI ke Senayan. Kemudian sejumlah caleg DPR RI dapil Bali lainnya pada nomor urut 2 adalah Yan Mitha Djaksana, nomor urut 3 Ni Putu Suryasih, Nomor urut 4  I Wayan Muara, Nomor urut 5 I Gede Merta, Nomor urut 6  Putu Sri, Nomor urut 7  I Putu Indra Mandala, Nomor urut 8 Rofiatul dan Nomor urut 9 I Kadek Arimbawa (Lolak) Lolak.

Lolak sendiri memilih nomor urut paling akhir dengan alasan dirinya mempermudah tagline dan sosialisasi. Lolak pun yakin meskipun adanya persoalan Caleg TMS, Hanura yakin bisa ikut pemilu. “Kami yakin bisa ikut Pileg. Dan berhasil meraih kursi signifikan. Termasuk Bali kita yakin bisa rebut 2 kursi,” ujar suami dari artis Bali, Ni Made Suastini alias Dek Ulik ini.

Untuk dapil Bali di Pileg 2019 jumlah kursi yang akan diperebutkan sebanyak 9 kursi. Saat ini kursi DPR RI dapil Bali periode 2014-2019 dikuasai PDIP sejumlah 4 kursi, dengan meloloskan anggota DPR RI I Wayan Koster, I Made Urip, IGA Rai Wirajaya, I Nyoman Damantra, Golkar dengan 2 kursi meloloskan anggota DPR RI Gede Sumarjaya Linggih, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, Demokrat merebut 2 kursi dengan meloloskan Jero Wacik dan Putu Sudiartana. Namun Jero Wacik yang tersangkut kasus korupsi kemudian digantikan sebagai Caleg terpilih oleh Putu Tutik Kusumawardhani. Sementara Sudiartana yang juga tersangkut kasus di KPK di PAW (Pergantian Antar Waktu) oleh Putu Supadma Rudana. Sementara satu kursi lagi direbut oleh Partai Gerindra dengan meloloskan Ida Bagus Putu Sukarta. *nat

Komentar