nusabali

80 Akademisi dan Ahli Gabung Koster-Ace

  • www.nusabali.com-80-akademisi-dan-ahli-gabung-koster-ace

Menurut Koster, para akademisi, tokoh, guru besar ini memang bersedia ngayah untuk Bali. Mereka bertugas secara sukarela mengabdikan kemampuannya.

Tim Pokja Visi Misi Gubernur-Wagub Terpilih Terbentuk

DENPASAR, NusaBali
Tim Kelompok Kerja (Pokja) yang akan mewujudkan visi-misi Gubernur-Wakil Gubernur 2018-2023 terpilih terbentuk. Mereka yang terdiri dari gabungan akademisi, guru besar, tokoh masyarakat mulai bekerja sesuai dengan bidang masing-masing yang jumlahnya mencapai 80 orang. Pokja ini akan terjun dalam membantu Gubernur-Wakil Gubernur menyelesaikan penyusunan program legislasi, RPJMD Bali 2018-2023, Program Priroritas, RAPBD Perubahan 2018, dan RAPBD 2019.

Informasi yang dihimpun NusaBali, Jumat (3/8) siang, awalnya dibentuk Tim Khusus yang berasal dari kalangan akademisi, guru besar, unsur tokoh masyarakat, agamawan berjumlah 36 orang. Kemudian ada Tim Sekaa Demen ‘Kinarya Bali Semesta’ yang di dalamnya ada akademisi termasuk unsur alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) berjumlah 44 orang. Mereka ini kemudian dibagi dalam Pokja dengan masing-masing bidang kerja.

Menurut salah satu anggota Tim Khusus, I Made Arimbawa kepada NusaBali Jumat kemarin yang masuk dalam bidang legislasi di dalamnya bergabung, seperti Anak Agung Oka Mahendra , Dr Persada Girsang, Dr Putu Tuni Sakabawa, Prof Dr Wayan Windia SH MH, Dr Ida Bagus Wyasa Putra SH, Prof Dr I Made Bandem, Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana, I Ketut Sumarta, Drs I Ketut Wiana, Dr Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, Dr Wayan Kastawan, dan Dr I Made Sadguna.

“Di sini Pak Oka Mahendra sudah siap menetap di Bali. Beliau tinggalkan Jakarta dan sudah siap ngayah di Bali menyelesaikan tugas-tugas bidang legislasi. Yang paling urgen dan cepat itu kan Revisi UU Nomor 64 Tahun 1958 tentang pembentukan Provinsi Bali, NTB, NTT,” ujar mantan Ketua Pansus Otsus DPRD Bali ini.

Sementara Tim Penyusunan RPJMD dan Program Priroritas di dalamnya bergabung tokoh-tokoh akademisi yang sudah kawakan di bidangnya. Arimbawa membeber mereka yang bergabung di dalamnya, yaitu Prof Dr Ir Dewa Ngurah Suprapta, Prof Dr Ir I Wayan Suparta, Prof Dr Ir I Wayan Windia, Prof Dr Deden Wahyudin, Ir Ratih Nurhiati, Dr Ing Ir IBK Narayana, dan I Gusti Putu Rai Gunadi adalah Tim Pokja yang akan menangani bidang prioritas sandang, pangan dan papan. “Nanti penanggungjawabnya adalah Sekehe Demen,” ujar mantan Ketua DPRD Tabanan ini.

Kemudian sejumlah nama dan tokoh akademisi, seperti dr I Gusti Lanang Rudiartha, Prof Dr Made Bakta, Ir I Ketut Medy Suharta, Dr I Made Gelgel  Wirasuta, Ida Bagus  Irawan Purnama, I Wayan Pasek Sugiantara, dan I Gusti Kompyang Asmara Putra masuk dalam Pokja bidang kesehatan dan pendidikan. Kemudian sejumlah nama lainnya akan disilang dalam tim membidangi beberapa program, seperti bidang Jaminan Sosial dan Ketenakerjaan, Quick Wins (menyusun program 100 hari), Bidang Transportasi dan Logistik, Bidang Energi dan  Energi terbarukan, lingkungan hidup dan sanitasi. “Artinya satu orang bisa masuk bergabung dalam bidang berbeda-beda sesuai dengan ilmunya,” tegas Arimbawa.

Misalnya membidangi Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan ada Drs IGK Sanjaya Putra SE SH MH, Ir I Catrini Pratihari MArch dan Ir Ketut Medy Suharta. Penanggungjawabanya di sini  Sekaa Demen. Sedangkan Pokja lain ada bidang adat, agama, tradisi seni dan budaya bergabung Prof Dr I Made Bandem, Prof Dr Wayan Windia SH MH, Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana, Dr I Wayan Adnyana, I Ketut Sumarta, Drs I Ketut Wiana, Ir Catrini Pratihari MArch, dan I Made Nariana. Bidang air minum dan sumber daya alam bergabung di dalamnya Dr Ir Luh Kartini MS, Ir Artur Rorek, Ir Putu Agus Budiana, I Ketut Wiguna ST, I Putu Sunarta ST,  Kompyang Gede Pasek Wedha ST.

Bidang Bali Smarta Island bergabung di dalamnya seperti Ni Putu Herawati ST, Putu Sudiarta SKom, Ir IDG Jelantik MSE, Ida Bagus Irawan Purnama PhD.   Menurut Arimbawa, Pokja yang sudah terbentuk ini mulai bekerja pada pekan depan. Para akademisi yang sebelumnya berkiprah di Jakarta sudah siap boyongan ke Bali. “Pekan depan sudah kerja menyusun program dan mewujudkan Visi-Misi Cagub-Cawagub terpilih Koster-Ace,” ungkap mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali 2004-2009 ini.

Sementara Gubernur Bali terpilih, I Wayan Koster secara terpisah dikonfirmasi di Kantor Transisi Jalan Mohamad Yamin, Niti Mandala Denpasar, menyebutkan program prioritas jangka pendek akan digarap pertama dalam bidang legislasi adalah menyusunan naskah akademik Revisi UU 64 Tahun 1958, menyusun Raperda-Raperda dan menyusun Ranpergub. Ada 19 Raperda dan Ranpergub yang disiapkan. “Itu bidang legislasi,” tegas Koster.

Menurut Koster para akademisi, tokoh, guru besar ini memang bersedia ngayah untuk Bali. Mereka bertugas secara sukarela mengabdikan kemampuannya untuk Bali. “Mereka ini siap ngayah sukarela untuk Bali. Setelah terbentuk Pokja selanjutnya langsung gerak. Tidak menunggu waktu lagi,” ujar Ketua DPD PDIP Bali ini. *nat

Komentar