nusabali

Gelombang Tinggi Hancurkan Warung dan Perahu Nelayan

  • www.nusabali.com-gelombang-tinggi-hancurkan-warung-dan-perahu-nelayan

Gelombang tinggi yang melanda kawasan pantai di Denpasar pada, Rabu (25/7) pagi membuat porak poranda warung milik pedagang di kawasan Pantai Padanggalak, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur.

DENPASAR, NusaBali
Sedikitnya ada 7 warung beserta isinya mengalami kerusakan. Selain itu, ada 5 perahu nelayan berukuran 6 meter x 1 meter, dan 5 perahu berukuran 6 meter x 60 centimeter mengalami kerusakan akibat terjangan ombak. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Salah satu pemilik warung di Pantai Padanggalak I Gusti Nyoman Muliani, 39, mengungkapkan, gelombang mulai meninggi diketahui sejak Senin, (24/7) pukul 23.00 Wita. Namun ketinggiannya tidak melewati batas bibir pantai. Gelombang diketahui menjelang pagi, semakin besar. Puncak dari ketinggian gelombang paling tinggi sekitar pukul 05.30 Wita hingga pukul 08.00 Wita saat pemilik warung sedang siap-siap buka.

Kata Muliani, ia bersama teman-teman lainnya tidak menyangka gelombang besar akan menyapu warung yang berada sekitar 100 meter dari bibir pantai. Sebab, sebelumnya gelombang besar yang terjadi tidak sampai melewati jogging track yang tepat berada di bibir pantai. Akibatnya 7 warung harus mengalami rusak berat, sisanya sempat terendam.

"Waktu itu saya masih siap-siap buka warung habis itu ngajak ponakan yang masih umurnya satu bulan tujuh hari di depan warung sambil lihat ombak dengan anak saya yang masih SD. Tiba-tiba gelombang besar tingginya sekitar 6 meter mengarah ke kami. Anak saya naik meja, sedangkan saya cobak nyelamatin diri dengan keponakan masih bayi di belakang warung," ungkapnya.

Menurut dia, air laut yang menerjang warungnya sampai di dada. Warung yang terbuat dari kayu dan bambu roboh, kamar yang setiap harinya ditempati bersama mertua, suami, dan seorang anaknya kemasukan air laut. Beruntungnya kata dia, mertuanya yang sudah paruh baya bisa melarikan diri ke tempat yang lebih aman.

"Saya sudah 18 tahun tinggal di sini tumben setinggi ini. Mertua dan suami saya lari. Beruntung tidak ada yang celaka, hanya barang-barang kami saja yang hancur. Ada dua sepeda motor yang penyok, kulkas mati, dan tv juga jatuh tadi. Kalau dilihat kerugian puluhan juta ini belum lagi warung tetangga saya," imbuh perempuan asal Banjar Kedaton, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur ini.

Para pedagang harus rela meninggalkan tempat usahanya sementara karena kerusakan yang dialami. Para pedagang memilih menumpang di sanak saudara yang berdekatan dengan lokasi Pantai Padanggalak.

Sementara di tempat lain yakni pantai selatan Sanur juga mengalami hal yang sama. Ombak setinggi 6 meter menerjang perahu nelayan yang bersandar di pantai tersebut. Akibatnya, 5 unit perahu ukuran 9 x 1 meter dan 5 perahu ukuran 6 meter x 60 centimeter rusak diterjang ombak. Selain itu 2 mesin ukuran 15 PK dan 1 mesin ukuran 2,5 PK hilang terlepas dari perahu.  "Perahu kerusakannya pada katir (kayu ompenyeimbang perahu) yang harganya sekitar Rp 15 juta untuk satu perahu kalikan 10 perahu. Kebanyakan sih itu yang rusak. Sementara dari tiga mesin satu mesin sudah ditemukan ukuran 15 PK, sekarang yang hilang ada 2 ukuran 15 PK yang harganya sekitar Rp 23 juta per mesin dam 3,5 PK yang harganya sekitar 8 juta. Kami masih mencari," jelas salah satu nelayan I Made Arta, 48, asal Banjar Bet Ngandang, Sanur Kauh ini.

Kata Arta, pihaknya memang sudah mengetahui gelombang besar akan terjadi dari BMKG. Dengan kondisi itu bersama nelayan lainnya berjaga di pantai, karena perahu mereka berada di laut. "Kami berjaga, soalnya kami naruh perahu dengan mesinnya di laut hanya dipegang dengan jangkar," ungkapmya.

Saat gelombang datang sekitar pukul 07.00 Wita, nelayan sudah bersiap menyelamatkan perahu mereka dengan menahan perahu agar tidak terseret arus. Namun karena gelombang besar akhirnya banyak perahu yang terbalik dan dihantam oleh ombak. Beberapa perahu terseret ke dalam, dan mesin terlepas dari perahu. Akibatnya kerugian yang diterima pihak nelayan mencapai puluhan juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. *m

loading...

Komentar