nusabali

Krisis Air di Bangli Meluas hingga 12 Desa

  • www.nusabali.com-krisis-air-di-bangli-meluas-hingga-12-desa

Musim kemarau panjang kini semakin menyengsarakan masyarakat, akibatnya daerah yang mengalami krisis air kian meluas. 

BANGLI, NusaBali
Padahal pertengahan Sepetember lalu, krisis air hanya melanda tujuh desa saja. Namun, kini jumlahnya sudah mencapai 12 desa. Sehingga Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta instansi terkait kewalahan melakukan suplai air.
 
Informasi yang dihimpun, sejak awal memasuki musim kemarau, yakni pada Juli hingga sekitar pertengahan September, Desa yang mengalami kekurangan air dan kekeringan ini, baru 7 Desa. Dimana, untuk kecamatan Kintamani meliputi Desa Abang Batudinding, Desa Suter, Desa Trunyan, Desa Bantang dan Desa Songan A. Untuk Kecamatan Tembuku melanda Desa Yangapi, dan untuk Kecamatan Bangli melanda Desa Landih.
 
Namun, seiring berjalannya waktu, hingga pertengahan Oktober ini, desa yang mengalami kekurangan air dan kekeringan ini semakin bertambah, diantaranya untuk Kecamatan Tembuku meliputi Desa Jehem dan Desa Peninjoan. Untuk di Kecamatan Kintamani meliputi Desa Buahan, Desa Abang Songan, Desa Serai. “Daerah yang mengalami krisis air memang semakin meluas, kalau ditotal secara keseluruhan sebanyak 12 Desa dengan 15 Dusun,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bangli, I Wayan Karmawan, didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD, I Ketut Agus Sutapa, Selasa (20/10).
 
Kata dia, selain akibat musim kemarau panjang, kekurangan air ini juga diakibatkan adanya sejumlah saluran PDAM yang bocor atau tengah menjalani optimalisasi perbaikan. Untuk itu, kata dia, sejauh ini baru bisa melakukan upaya yang sifatnya jangka pendek saja, yakni dengan terus mensuplai pasokan air secara rutin yang bekerjasama dengan BPBD Privinsi Bali, Dinas Sosial Kabupaten, PDAM dan Dinas Tata Kota Bangli dan sebagainua. “Untuk solusi jangka panjang kita masih mencari sumber mata air terdekat dari desa. Kalau ditemukan kita bakal upayakan mengangkat dengan menggunakan mesin pompa,” akunya, seraya mengatakan kalau ada pihak desa yang menemukan sumber air agar proaktif melaporkan, sehingga bisa segera diatensi.

Komentar