nusabali

Tewas karena Terkejut Lihat Erupsi

  • www.nusabali.com-tewas-karena-terkejut-lihat-erupsi

Sekitar 3.962 warga dari KRB III Gunung Agung dilaporkan ngungsi ke 43 titik pengungsian di KRB II dan KRB I

Pangdam IX/Udayana Terjun Pantau Pelayanan Pengungsi Gunung Agung

AMLAPURA, NusaBali
Seorang warga di Banjar Bonyoh, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Ni Nyoman Pondera, 49, meninggal mendadak setelah terkejut melihat erupsi Gunung Agung, Senin (2/7) malam. Korban Nyoman Pondera yang jatuh pingsan begitu melihat lelehan lava di Gunung Agung, menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RS Pratama di Kecamatan Kubu.

Musibah maut ini berawal ketika korban Ni Nyoman Pondera melihat terjadinya erupsi disertai lelehan lava menyala di lereng bagian timur Gunung Agung mengarah ke Banjar Bonyoh, Desa Ban, Senin malam sekitar pukul 21.10 Wita. Begitu menyaksikan nyala api menjalar menuju arah tempat tinggalnya, perempuan berusia 49 tahun ini langsung jatuh pingsan.

Sang suami, I Komang Gati, 51, kemudian minta bantuan kerabat untuk mengantar istrinya yang pingsan ini ke RS Pratama di Desa/Kecamatan Kubu menggunakan mobil. Sayang, nyawanya tak bisa diselamatkan. Korban keburu meninggal dunia sekitar pukul 21.30 Wita, sebelum sampai di rumah sakit. Jasad korban pun dibawa pulang ke rumah duka untuk selanjutnya dikuburkan.

Perbekel Ban, I Wayan Potag, mengakui warganya ini meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit, setelah jatuh pingsan akibat terkejut menyaksikan letusan Gunung Agung. “Jenazahnya sudah dikuburkan sore ini (kemarin),” ungkap Perbekel Wayan Potag saat dikonfirmasi NusaBali, Selasa (3/6).

Menurut Wayan Potag, bukan hanya korban Nyoman Pondera yang terkejut dengan erupsi Gunung Agung disertai lelehan lava pijar malam itu. Sebagian warga Desa Ban juga terkejut dan kkhawatir. Karenanya, mereka ramai-ramai mengungsi ke Kantor Desa Ban. Ada 508 orang yang kumpul di Kantor Desa Ban malam itu, masing-masing berasa; dari Banjar Cegi, Banjar Pengalusan, Banjar Pucang, Banjar Bonyoh, dan Banjar Temakung.

Sedangkan suami korban Nyoman Pondera, yakni I Komang Gati, mengungkapkan semula istrinya sehat-sehat saja sebelum terjadi erupsi Gunung Agung, Senin malam pukul 21.04 Wita. Namun, setelah terdengar suara gemuruh cukup keras disertai lontaran lava pijar dari kawah puncak Gunung Agung, istrinya langsung ke luar rumah untuk menyaksikan apa yang terjadi.

“Tiba-tiba, istri saya terkejut menyaksikan api menjalar di lereng Gunung Agung. Istri saya langsung jatuh tak sadarkan diri. Padahal, dia tidak punya riwayat sakit jantung,” kenang Komang Gati, Selasa kemarin. “Saya langsungh minta bantuan kerabat mengantar istri ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” imbuhnya.

Sementara itu, sedikitnya 3.962 warga dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Agung mengungsi ke tempat aman, pasca erupsi Senin melam. Mereka gungsi menyebar di 43 titik kawasan KRB II dan KRB I. Selain itu, ada 10 orang yang mengungsi ke luar Karangasem, yakni di Balai Serba Guna Ida I Dewa Ayu Istri Kanya Klungkung, Kota Semarapura.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri sempat terjun ke lapangan mengecek kondisi pengungsi, Senin tengah malam. Bupati Mas Sumatri berkeliling mulai dari titik pengungsuan di Gedung Kesenian Desa Bebandem (Kecamatan Bebandem/pengungsi sebanyak 53 jiwa), Banjar Bencingah, Desa Duda (Kecamatan Selat/pengungsi mencapai 123 jiwa), Banjar Pesangkan, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat (pengungsi sebanyak 175orang), hingga di UPT Dinas Pertanian Kecamatan Rendang (pengungsi sebanyak 84 jiwa).

"Kami dari pemerintah siap membantu masyarakat, terutama kesiapan logistik, menjaga kesehatan dan kelangsungan sekolah anak-anak pengungsi," jelas Bupati Mas Sumatri. Sebaliknya, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa malam itu turun mengecek kondisi pengungsi di Banjar Juntal, Desa/Kecamatan Kubu.

Sementara, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto didampingi Danrem 163/Wirastya, Kolonel ARH AM Suharyadi, terjun ke tempat pengungsian di Bale Banjar Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Selasa kemarin. Mayjen Benny Susianto mengecek pelayanan yang dilakukan Satgas Penanganan Bencana Gunung Agung. Bahkan, Jenderal Bintang Dua TNI ini sempat memantau aktivitas dapur umum dan distribusi logistik, selain berdialog dengan 146 pengungsi asal Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat.

Pantauan NusaBali, kedatangan Mayjen Benny, Selaqsa siang pukul 14.30 Wita, disambut Dandim Karangasem Letkol Inf Benny Rahadian, Kapolsek Selat AKP I Made Sutirta, Ketua Relawan Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung Karangasem I Gede Pawana, dan Sekretaris Pasebaya I Wayan Suara. Dengan kedatangan Pangdam, maka Satgas Penanganan Bencana Gunung Agung Karangasem yang telah dibentuk dengan dipimpin Dandim karangasem Letkol Inf Benny Rahadian diharapkan bekerja optimal melayani pengungsi.

"Kami datang untuk mengecek kinerja Satgas Penanganan Bencana Gunung Agung yang dipimpin Dandim Karangasem. Ternyata, Satgas telah optimal bekerja melayani pengungsi. Hanya saja, salah satu hambatannya adalah kurangnya sarana transportasi mengangkut logistik di Pos Komando Tanah Ampo (Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Red) menuju tempat pengungsian. Tapi, itu bisa diatasi," tandas Mayjen TNI Benny. *k16

loading...

Komentar