nusabali

Pamedek Abadikan Erupsi Gunung Agung

  • www.nusabali.com-pamedek-abadikan-erupsi-gunung-agung

Para pamedek yang sembahyang di Pura Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, menyaksikan langsung erupsi Gunung Agung, Rabu (13/6) sekitar pukul 11.10 Wita.

AMLAPURA, NusaBali
Bahkan pamedek menonton erupsi Gunung Agung yang mengeluarkan abu. Setiap pamedek yang hendak melakukan persembahyangan terhenti di Bencingah Agung untuk mengabadikan Gunung Agung mengepulkan asap setinggi 2.000 meter dari puncak kawah atau setinggi 5.142 meter dari permukaan laut.

Erupsi disertai mengembuskan asap kelabu melontarkan abu vulkanik itu berdurasi 132 detik dengan amplitudo 25 mm, disertai terjadinya gempa vulkanik dangkal 1 kali dengan amplitudo 8 mm, selama 30 detik, dan tektonik lokal 1 kali dengan amplitudo 25 mm, 61 detik. Warga Banjar Besakih Kangin, I Nyoman Merta, menuturkan saat terjadi erupsi, cuaca cerah. “Tanpa suara gemuruh, tiba-tiba muncul kepulan asap abu ke arah barat. Hanya saja di Desa Besakih tidak terjadi hujan abu, kami di Desa Besakih tidak panik atas kejadian itu,” jelas Nyoman Merta,

Berbeda dengan Kelian Banjar Dinas Temukus, Desa Besakih, I Wayan Sudiana, mengatakan sebelum terjadi erupsi diawali suara gemuruh. “Setiap akan muncul erupsi, terdengar suara gemuruh,” ujarnya. Hanya saja kata Sudiana, tidak ada warga yang panik, saat erupsi terjadi, warga kebanyakan bekerja di kebun. “Syukurnya abu tidak turun di Banjar Temukus, abu bergerak ke barat,” katanya.

Sedangkan Perbekel Sebudi, Kecamatan Selat Jro Mangku Tinggal dan Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Desa Sebudi I Wayan Karsana mengaku, walau lokasinya di KRB III, tidak mendengar suara gemuruh. “Hanya menyaksikan hembusan tinggi, tidak mendengar suara gemuruh. Abunya bergerak ke arah barat,” ujar Karsana tokoh dari Banjar Yeha, Desa Sebudi.

Perbekel Jro Mangku Tinggal juga mengatakan, saat dirinya bersama warga membangun lapangan voli, muncul hembusan tinggi, sehingga warga sempat berhenti beraktivitas dan turun ke jalan. “Hanya menyaksikan hembusan beberapa menit, selanjutnya kembali beraktivitas. Kami di sini tidak ada yang resah, tidak ada pemikiran untuk kembali mengungsi,” ujar Perbekel Jro Mangku Tinggal. Berdasarkan catatan di Pos Gunung Api Agung PVMBG Kementerian ESDM, di Banjar Dangin Pasar, Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem selama 16 jam pukul 00.00 Wita-18.00 Wita, hanya terjadi 1 kali letusan, 2 kali vulkanik dangkal, 1 kali tektonik lokal dan 1 kali tektonik jauh. *k16

loading...

Komentar