nusabali

Pentolan Timses Tewas Jelang Simakrama

  • www.nusabali.com-pentolan-timses-tewas-jelang-simakrama

Mayatnya Ditemukan Masih Pegang Jagung di Kandang Ayam

GIANYAR, NusaBali

Kematian tragis menimpa I Dewa Putu Suartika, 68, warga Banjar Triwangsa, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar. Pentolan tim sukses pasangan Tjokorda Raka Kerthyasa-Pande Istri Maharani Prima Dewi (Kerta-Maha), Cabup-Cawabup Gianyar nomor urut 1, ini ditemukan tak bernyawa dekat kandang ayam di rumahnya, Kamis (24/5) siang, diduga akibat serangan jantung.

Korban Dewa Putu Suartika ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Banjar Triwangsa, Desa Kelusa, Kamis siang sekitar pukul 11.15 Wita. Kematian Dewa Santika pertama kali diketahui Intel Polsek Payangan, I Wayan Muryana, ketika hendak melakukan koordinasi ke rumah korban.

Koordinasi itu dilakukan, karena Paket Kerta-Maha (Cabup-Cawabup Gianyar yang diusung Golkar-Demokrat-Gerindra-PKPI-NasDem) rencananya akan melaksanakan dharma Wacana dengan tema menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan di rumah korban Dewa Putu Suartika, Kamis malam.

Saksi Wayan Muryana awalnya datang ke rumah korban Dewa Suartika, Kamis pagi pukul 10.45 Wita. Namun, setibanya di depan rumah korban, suasana tampak sepi. Beberapa kali Muryana memanggil-manggil namanya, tidak ada sahutan.

Akhirnya, Muryana berinisiatif masuk ke halaman rumah korban. Muryana terkejut karena menemukan sesosok tubuh manusia telungkup di dekat kandang ayam. Setelah dicek, ternyata sosok telungkup itu adalah korban Dewa Suartika, pentolan tim sukses Kertha Maha yang hendak diajak koordinasi mengenai kegiatan kampanye pasangan calon nomor urut 1.

Setelah dicek, korban sudah tak bernyawa. Korban ditemukan tewas telungkup dalam posisi tangan masih pegang jagung untuk pakan ternak. Peristiwa ini langsung dilaporkan ke Polsek Payangan. Begitu dapat laporan, jajaran Polsek Payangan terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban Dewa Santika. Berdasarkan keterangan tim medis dari Puskesmas Payangan, korban Dewa Suartika diperkirakan sudah meninggal 2 hari sebelum ditemukan tak bernyawa.

Kapolsek Payangan, AKP Nyoman Karang Adi Putra, mengatakan karena rumahnya selalu dalam kondisi sepi, tak ada satu pun keluarga yang curiga. Sebab, istri dan anak-anak korban kesehariannya tinggal di Denpasar. Sesuai KTP korban, mereka beralamat tinggal di Jalan Nangka Gang Nuri Denpasar (masuk Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara).

"jadi, keluarga tidak ada yang curiga, demikian pula para tetangga. Karena ketika malam rumahnya selalu gelap, lantaran korban dan keluarganya tinggal di Denpasar," jelas AKP Karang Adi Putra saat dikonfirmasi, Kamis kemarin.

AKP Karang Adi Putra menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Payangan, yakni dr Ida Ayu Sintia, korban diperkirakan telah  meninggal Selasa (22/5). Korban diduga meninggal karena serangan jantung.

Dugaan itu semakin kuat karena saat ditemukan tewas telungkup, korban Dewa Suartika masih dalam posisi memegang jagung untuk pakan ayam. Tidak menutup kemungkinan saat korban memberikan pakan ternak ayam, penyakit jantungnya kumat hingga pria berusia 68 tahun ini meregang nyawa.

"Tidak ada ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi jenazah untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya," papar AKP Karang Adi Putra.
Menurut AKP Karang Adi Putra, pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas kematian korban sebagai musibah maut. Keluarga korban tidak akan menuntut kepada siapa pun dan tidak mengizinkan dilakukan otopsi jenazah. *nvi

Komentar