nusabali

Aussie Tewas, Diduga Lompat dari Lantai II Hotel

  • www.nusabali.com-aussie-tewas-diduga-lompat-dari-lantai-ii-hotel

Seorang wisatawan asal Australia, Evan Graeme Peter, 59, tewas mengenaskan di kawasan Hotel Karma Royal, Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar Selatan, Sabtu (12/5) sekitar pukul 08.45 Wita.

Lima Bulan Tinggal di Hotel yang Sama Bersama Istri


DENPASAR, NusaBali
Belum diketahui secara pasti apa yang melatarbelakangi wisatawan pemegang paspor bernomor N8403612 ini melompat dari lantai II hotel tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa ini diketahui pertama kali oleh pegawai bagian engineering bernama I Gusti Bagus Yudiarsa, 35. Kala itu, saksi hendak mengambil cat di gudang yang berada di samping lokasi. Namun tiba-tiba dia mendengar suara seperti sesuatu yang jatuh. Atas hal itu, saksi kemudian menuju sumber suara untuk memeriksa. Namun, setibanya di lokasi, seorang tamu terlihat sudah tergeletak di lantai dengan kondisi tak bergerak dan kepala bagian belakang mengeluarkan darah. Mengetahui hal tersebut, saksi kemudian lari ke depan hotel dan memberitahu kejadian itu kepada security bernama Made Sudarnaya dan Wayan Utama. Setelah itu salah seorang security melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Denpasar Selatan.

“Tidak ada yang tahu secara pasti. Tiba-tiba saja dengar suara sesuatu terjatuh, dan saat dicek sudah ada tamu yang tergeletak,” beber sumber di kepolisian, Sabtu malam. Petugas kepolisian dari Polsek Denpasar Selatan yang mendapat laporan langsung terjun ke TKP untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, diketahui bahwa pria asal Australia ini menginap di Kamar 105 Lantai II Hotel Karma Royal Sanur Jalan Bypass Ngurah Rai No 500, Sanur, Densel, itu nginap bersama istrinya, Nicole Evans, 45. Atas insiden itu, petugas pun memberitahukan kepada sang istri korban perihal insiden tersebut. Istri korban yang mendengar kabar duka itu langsung shock dan menuju lokasi tempat jatuhnya korban. Namun, kondisi korban sudah tidak bernyawa. Pun saksi petugas hotel juga sempat menanyakan perihal persoalan yang dialami oleh korban dan istrinya. Tapi, menurut keterangan istrinya, bahwa tidak ada masalah yang terjadi antara mereka.

“Istri korban ini tidak mengetahui secara pasti, mengapa suaminya sampai tewas seperti itu. Hubungan mereka baik-baik saja selama ini, tidak ada clash (bentrok) atau masalah dalam rumah tangga mereka. Makanya sangat shock mendapat informasi itu,” urai sumber tadi.

Menurut sang istri, sesaat sebelum insiden itu, dia sempat menanyakan kepada korban hendak ke mana? Namun, korban tidak menjawab dan pergi begitu saja. Nah, saat turun dari lantai II menuju lantai I menggunakan tangga darurat itulah, korban diduga kuat tergelincir dan jatuh. “Pasangan suami-istri ini memang sudah lama tinggal di sana (lokasi). Ya sekitar lima bulanan. Tapi, mereka pada pertengahan bulan lalu berangkat ke Singapura dan kembali lagi ke Bali,” tutur sumber NusaBali.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Indra Jaya membenarkan adanya penemuan wisatawan Australia yang ditemukan tewas di hotel tersebut. Dijelaskan mantan Kapolsek Dentim, ini posisi korban saat ditemukan meninggal yaitu tergeletak di lantai dengan posisi tengadah dekat dengan tangga darurat, kepala di timur dan mengeluarkan darah di bagian belakang. Saat ditemukan, wisman bersangkutan mengenakan baju kaos warna putih biru dan memakai celana pendek warna biru.

Petugas Identifikasi Polresta Denpasar tiba di TKP dan langsung melaksanakan olah TKP dengan dibantu personel Polsek Densel. Dari hasil olah TKP ditemukan rambut korban, kacamata baca di bawah anak tangga, sandal milik korban warna hitam merek Zakon di tangga darurat, luka terbuka pada bagian atas kepala, luka lecet pada bagian punggung. Jarak antara sandal milik korban yang ditemukan di tangga darurat dengan lantai atau jenazah korban sekitar 8,1 meter serta nihil ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah korban dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan mobil ambulans BPBD Kota Denpasar untuk dilakukan visum sekitar pukul 11.15 Wita.

“Tewasnya korban masih dalam penyelidikan petugas. Apakah itu terjadi karena tergelincir atau justru sengaja melompat dengan tujuan bunuh diri? Itu yang masih didalami. Namun melihat dari hasil olah TKP awal, dugaan kuat karena melompat,” tutur Kompol Indra Jaya.

Kompol Indra Jaya menjelaskan, berdasar pengakuan istri korban, dia dan suaminya tinggal selama lima bulan di hotel tersebut karena merasa nyaman di Bali. Suaminya ada pekerjaan, tetapi dia tidak merinci pekerjaan suaminya. Istri korban belum bisa dimintai keterangan secara intensif, karena masih shock. *dar

Komentar