nusabali

Gempa dan Tsunami Menerjang Jembrana, Ratusan Korban Tewas

  • www.nusabali.com-gempa-dan-tsunami-menerjang-jembrana-ratusan-korban-tewas

Gempa berkekuatan 9 skala Richter mengguncang Kabupaten Jembrana.

Simulasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana


NEGARA, NusaBali
Sejumlah gedung roboh. Di SMPN 6 Negara, siswa dan guru yang sedang mengikuti prosesi belajar mengajar menjadi korban tertimpa bangunan. Sejumlah siswa dan guru yang selamat langsung mengevakuasi para korban, dan menyusul datang bantuan dari tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Jembrana untuk memberikan pertolongan pertama.

Karena dampak gempa begitu parah, Bupati Jembrana langsung mememerintahkan Sekda Jembrana selaku Kepala BPBD untuk berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dandim, Kapolres, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, untuk memohon bantuan agar melakukan pertolongan dan evakuasi menuju posko dan rumah sakit terdekat. Namun ketika terjadi evakuasi, BMKG kembali mengeluarkan peringatan bahwa terjadi gempa yang berpotensi tsunami. Kepala Pelaksana (Kalak) BPPD Jembrana langsung mengeluarkan imbauan agar warga pesisir meninggalkan pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi. Dari laporan yang diterima karena bencana gempa dan tsunami itu, tercatat 231 orang meninggal, 252 orang luka-luka, dan 52 orang belum ditemukan.

Narasi tersebut merupakan kegiatan Simulasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kabupaten Jembrana 2018 yang digelar BPBD di Stadion Pecangakan Jembrana, Rabu (25/4) pagi. Dalam kegiatan simulasi itu, ditampilkan kemampauan para murid SMPN 6 Negara untuk memberikan pertolongan ketika terjadi bencana, dan melibatkan ratusan personel dari TNI, Polri, Pol PP, Badan Pencarian dan Pertolongan, Korpri, PMI, Tagana, Linmas, dan pecalang.

Kalak BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana, mengatakan  simulasi itu bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas semua pihak terkait dengan kesiapsiagaan bencana, serta terwujudnya sinergi dan kekompakan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam rangka penanggulangan kebencanaan. Baik untuk antisipasi, evakuasi, dan rehabilitasi. “Ini juga sekalian dengan Hari Kesiapsigaan Bencana. Kami BPBD di Jembrana juga baru setahun berdiri, dan kami harap sinergitas terjalin dengan baik,” ujarnya.

Sementara Bupati Jembrana I Putu Artha yang menyaksikan kegiatan simulasi tersebut, berharap melalui simulasi tersebut, informasi penanggulangan bencana bisa tersampaikan dengan baik. Namun pihaknya mengharapkan ke depan, jumlah peserta yang dilibatkan agar diperbanyak, terutama dari kalangan siswa serta aparat desa. “Hal tersebut agar mereka lebih tahu jika menghadapi bencana. Dengan mereka ikut terlibat simulasi, tentunya akan bisa menginformasikan kepada keluarga, kerabat bagaimana cara dalam penanggulangan bencana,” pesannya.  *ode

loading...

Komentar