nusabali

Tidak Seperti Beli Baju, Nikah Jangan Dicoba

  • www.nusabali.com-tidak-seperti-beli-baju-nikah-jangan-dicoba

UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan mengamanatkan, menikah merupakan ikatan lahir-batin suami-istri untuk membentuk keluarga bahagia dan kekal.

Dari Seminar Pranikah WHDI Gianyar

GIANYAR, NusaBali 
‘’Menikah itu tidak sama dengan membeli baju, begitu dicoba, cocok langsung dibeli. Namun harus penuh pertimbangan dan persiapan matang baik fisik, mental dan finansial,’’ tegas Ketua Wanita Hindu Darma Indonesia (WHDI) Kabupaten Gianyar, Ny Ambari Gaga Adi Saputra pada Seminar Pranikah, serangkaian peringatan HUT ke-28 WHDI di Balai Budaya Gianyar, Selasa (23/2).

Menurut Ny. Ambari, kegiatan menikah adalah hal mudah. Namun mempertahankan pernikahan hingga mencapai kebahagian yang kekal, sangat sulit. ‘’Kadang pernikahan diusia mapan pun ada yang diguncang prahara, apalagi menikah di usia muda dan tanpa persiapan.’’ jelasnya.

Kata dia, seminar ini digelar agar para remaja dapat mengetahui bagaimana peliknya sebuah pernikahan dan menjaga keharmonisan keluarga. ‘’Karena nikah bukan hanya muara cinta sesaat. Pernikahan itu sebuah amanah yang harus dipersiapkan dengan matang,’’ tegasnya. 

Ida Ayu Alit Maharani Sp Si MSi, nara sumber dari Yayasan Sarwa Sukhinah Bhawantu-Denpasar, mengatakan sebuah pernikahan tidak cukup bermodal cinta, namun harus dipersiapkan secara matang baik fisik, mental dan material. Dalam kehidupan ada tahap-tahapan yang harus dilewati oleh setiap manusia. Kalau bisa setiap tahapan itu harus semua terlewati, jangan mandeg di satu tahapan saja. ‘’Misalnya pada tahapan brahmacari atau masa menuntut ilmu, manfaatkanlah tahapan ini untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Jangan pada tahapan ini justru untuk menikah,’’ jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum memasuki masa berumah tangga. Yaitu, agama, sehat reproduksi/fisik, persiapan secara psikologis karena akan memasuki sebuah peran baru, kesiapan secara finansial dan pemenuhan hak dan kewajiban secara hukum. Tak kalah penting, memilih orang yang tepat untuk dicintai, agar tidak menyesal di kemudian hari.

Para seminar yang kebanyakan kalangan remaja, menyambut baik seminar ini. Seminar ini sangat penting sebagai rujukan bagi remaja. Lebih-lebih, di tengah kemajuan zaman ini, pergaulan remaja makin mengkhawatirkan. 

Selain seminar, peringatan HUT WHDI di Gianyar juga diisi seminar tentang etika berbusana ke pura dengan narasumber I Made Sueca Sag MSi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar. Seminar diikuti anggota WHDI kecamatan dan kabupaten, FAD (forum anak daerah), pelajar, dan masyarakat umum.

Selain seminar pra nikah, peringatan HUT WHDI di Kabupaten Gianyar juga diisi dengan pemeriksaan pap smear/IVA bekerjasama dengan Dinas kesehatan Gianyar. Hadir pula pada acara tersebut, Ketua WHDI Provinsi Bali Ny. Bintang Puspayoga. 7 lsa

Komentar