nusabali

Bersihkan Sampah di Tanjung Benoa, Dinas LHK Alihkan Tim Pantai Kuta

  • www.nusabali.com-bersihkan-sampah-di-tanjung-benoa-dinas-lhk-alihkan-tim-pantai-kuta

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung membersihkan sampah laut kiriman di Pantai Tanjung Benoa dan Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Rabu (11/4)

MANGUPURA, NusaBali
Untuk menangani sampah musiman ini Dinas LHK Badung menyiagakan tim URC kebersihan dan mengalihkan tim Pantai Kuta. Tujuannya agar penanganan sampah yang didominasi oleh tumbuhan laut dan plastik itu cepat tertangani.

Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Merthawan mengaku masalah sampah kiriman yang menerjang Pantai Benoa dan Nusa Dua ini merupakan tantangan terberat tahun ini. Hal itu lantaran dua pantai di ujung selatan Badung ini merupakan pusat digelarnya pertemuan tahunan IMF–World Bank, Oktober mendatang. Untuk mengatasinya dengan baik pihaknya mengoptimalkan sumber daya yang ada. Selain itu juga menjalin komunikasi dengan berbagai instasi dan komponen pariwisata untuk melakukan aksi nyata bersama-sama.

Dia mengatakan sampah kiriman di Tanjung Benoa dan Nusa Dua merupakan masalah musiman yang terjadi setiap tahun. Biasanya dimulai April hingga November. Berbeda dengan sampah kiriman di Pantai Kuta yang didominasi oleh plastik dan batang kayu, di Nusa Dua dan Tanjung Benoa didominasi oleh rerumputan laut.

“Jumlah sampahnya jauh lebih sedikit dari sampah kiriman di Pantai Kuta dan sekitarnya. Bedanya di sana (Tanjung Benoa dan Nusa Dua) sampahnya adalah rumput laut. Tak bisa terlambat diangkut apalagi ditampung di lokasi. Karena sampah rumput laut itu baunya busuk sekali. Kami mengatensi persoalan ini agar saat pergelaran IMF nanti semuanya bersih,” tutur Merthawan, Rabu kemarin.

Dikatakannya, untuk mengatensi masalah ini dimulai dari sekarang. “Kami konsen terhadap masalah sampah kiriman ini. Hari ini sebanyak 50 orang staf kami bersama 100 orang komponen pariwisata melakukan giat bersih sampah kiriman di sana. Dari kegiatan itu tim kami mengumpulkan sebanyak dua truk sampah basah dan langsung dibuang ke TPA Suwung (Denpasar Selatan). Kami melakukan ini agar tak ada kampanye hitam menjelang IMF mendatang,” ungkapnya.

Sampah kiriman pada musim angin monsun timur, lanjut Merthawan, biasanya puncaknya setiap November. “Puncak musim sampah kiriman pada angin monsun timur pada November. Itu sesuai teori alam angin monsun timur. Artinya pada saat pelaksanaan IMF nanti masih sedang berlangsung musim sampah kiriman. Kondisi sampah ini menjadi beban berat karena habisnya bulan November,” ujarnya. *p

Komentar