nusabali

Pelatihan Kerja Kurang Diminati

  • www.nusabali.com-pelatihan-kerja-kurang-diminati

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bali pada Agustus 2015, tercatat 2.324.805 penduduk usia 15 keatas di Bali bekerja. Sedangkan 47.210 penduduk usia 15 keatas tergolong pengangguran.

Disnaker Bali Siapkan 250 Paket Pelatihan

DENPASAR,NusaBali
Pelatihan tenaga kerja ternyata kurang dimintai masyarakat Bali, terutama anak muda, padahal pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bali telah menyiapkan sejumlah paket pelatihan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bali I Gusti Agung Sudarsana, di Denpasar, Jumat (18/2).

Menurut Sudarsana, ada 250 paket pelatihan yang disiapkan dengan jumlah per paket masing-masing 20 orang calon tenaga (naker). “Tapi ternyata tetap saja sepi peminatnya. Padahal itu semua kita gratiskan. Kita akan cek kenapa bisa sepi,” ujarnya.

Menurut mantan Karo Aset Pemprov Bali ini, dari pengalaman sebelumnya, begitu ada pelatihan naker untuk tenaga formal mereka hanya betah antara sehari sampai tiga hari. “Mereka datang dan pergi. Jadinya mencari calon yang akan dididik setengah mati juga. Nah ini juga masalah bagi kami dalam penanganan pengangguran di Bali,” ujar birokrat asal Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar ini.

Padahal, kata dia, mereka yang dilatih selama ini biasanya dibantu sampai magang di perusahaan, terutama di sektor pariwisata. Tak sedikit dari mereka yang teserap dan langsung bekerja. “Biasanya kita magangkan. Kebanyakan naker pariwisata. Kita kerjasamakan dengan Balai Latihan Kerja swasta,” ujarnya. 

Sementara naker yang informal, menurut Sudarsana, harus ada kerjasama dengan dinas-dinas terkait. “ Mereka (naker informal) nggak bisa gerak sendiri. Petani misalnya, harus ada kerjasama dengan Dinas Pertanian. Pengrajin harus bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Peternak perikanan harus ada solusi bersama Dinas Perikanan dan Peternakan. Jadi masalahnya kompleks nggak semudah yang kita bayangkan. Kami sedang upayakan untuk naker informal,” ucapnya.

Ketika ditanya soal naker asing yang deras datangnya ke Bali karena adanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), menurut Sudarsana, tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan. “Untuk hadapi naker asing kita sudah siapkan aturannya. Salah satunya wajib memahami adat Budaya Bali. Tentunya kedepan kita coba sosialisasikan. Di Bali ada 1.825 orang naker asing dan memang tidak bisa dibendung,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bali pada Agustus 2015 tercatat sebanyak 2.324.805  penduduk usia 15 keatas di Bali bekerja. Sedangkan sebanyak 47.210 penduduk usia 15 keatas tergolong pengangguran. Provinsi Bali menjadi provinsi yang memiliki tingkat pengangguran terendah nasional. Pengangguran di Bali hanya 1,99 persen pada pencatatan Agustus 2015. Kemudian peringkat kedua disusul Sulawesi Barat yang tingkat penganggurannya 3,35 persen, dan NTT 3,38 persen. 

Tenaga kerja di Bali paling banyak diserap di sektor perdagangan, hotel, dan restaurant. “Sektor Pariwisata menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Bali. Bahkan terus menunjukkan angka peningkatan,” ungkap Sudarsana. 7 nat

Komentar