nusabali

Korban Pembacokan 4 Jam Jalani Operasi

  • www.nusabali.com-korban-pembacokan-4-jam-jalani-operasi

Dua dokter bedah mengoperasi korban yang mengalami tiga luka tusuk dalam kasus sang pelaku penusukan tewas membakar diri.

SINGARAJA, NusaBali
Putu Agus Suara Saputra, 38, yang merupakan korban pembacokan Alamsyah, 36, warga Jalan Gempol, Gang Ratnadi III, Lingkungan Petak, Kelurahan Astina, Buleleng, sampai Rabu (14/2) masih dirawat di ruang ICU RSUD Buleleng.  Warga Banjar Dinas Delod Peken, Kelurahan Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng yang sudah menjalani operasi dua jam pasca kejadian disebut megalami tiga luka tusuk.

Seperti pantauan NusaBali di RSUD Buleleng, Rabu (14/2) kemarin, korban Suara belum bisa dijenguk dan diajak berkomunikasi. Ia masih menggunakan alat bantu pernafasan pasca operasi. Istrinya Ni Komang Muliani, 34 setia menunggui di luar ruangan. Ia nampak masih sangat syok dengan kejadian tragis yang menimpa suaminya.

Muliani pun menuturkan sebelum kejadian suaminya Agus Swara sempat pulang untuk istirahat makan siang ke rumahnya. Sekitar pukul 13.30 Wita, korban berpamitan untuk kembali ke Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng. Namun tidak berselang lama, ada tetangga yang mencari Muliani dan mengabarkan suaminya mengalami kecelakaan.

“Saya dicari ke rumah sama tetangga, dibilang kecelakaan,” ujarnya singkat. Saat itu juga ia langsung menuju ke RSUD Buleleng. Saat ditemui di ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) suaminya yang masih dalam keadaan sadar mengaku ditusuk oleh Alamsyah. Meski melihat suaminya bersimbah darah, Muliani tegar menemani suaminya. Hingga akhirnya rumah sakit memutuskan melakukan tindakan operasi pada pukul 16.00 Wita.
 
Menurut Muliani, suaminya dan pelaku Alamsyah yang akhirnya tewas membakar diri setelah melakukan penusukan diketahui saling kenal. Namun ia mengaku tidak mengetahui modus kejadian hingga mengakibatkan suaminya yang masih berstatus pegawai kontrak Dinas Perikanan Buleleng mengalami luka yang cukup serius. Ia pun mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum kejadian.

Kasubag Humas RSUD Buleleng, I Ketut Budiantara, menjelaskan bahwa pihak rumah sakit mengambil tindakan operasi karena luka yang diderita korban cukup berat. Korban Agus Suara mengalami tiga luka tusukan. Satu di dada kiri dan dua di bagian perut kanan. Bahkan satu luka tusukan di perut hampir mengenai hati. “Luka tusuk di dada dengan kedalaman dua senti dan perut kanan 2-3 sentimeter. Dari hasil operasi luka tidak sampai mengenai organ dalam, meski satu luka nyaris mengenai hati, tetapi tidak fatal,” kata dia.

Dengan luka tusukan yang sangat serius, operasi yang dilakukan selama empat jam, melibatkan dua dokter bedah. Pasca dioperasi Agus pun masih harus di ruang di ruang ICU hingga kondisinya benar-benar pulih.

Sementara itu dari hasil penyelidikan kepolisian, Waka Polres Buleleng, Kompol Rony Riantoko menjelaskan bahwa motif kejadian pembacokan yang berujung bakar diri itu bermotif SMS. Pelaku Alamsyah yang saat itu membaca SMS di HP istrinya Lina Rumbiana, 35, soal hutang piutang lansgung terbakar api cemburu. Padahal menurut keterangan Lina kepada polisi ia dan korban tidak ada hubungan apapun. Lina yang kesehariannya berjualan nasi kuning di Peken Buleleng dinyatakan meminjam uang Rp 1,5 juta kepada korban. Saat itu korban pun bermaksud menagih hutang tersebut kepada Lina.

“Saat itu juga, pelaku menelepon korban dan memintanya datang ke rumahnya. Korban yang baru saja sampai di depan rumah langsung ditikam dengan pisau belati secara membabi buta,” kata AKP Rony. Korban yang merasa terancam lalu melarikan diri dengan kondisi bersimbah darah dan meminta pertolongan kepada warga.

Sedangkan pelaku Alamsyah yang diduga dalam kondisi tertekan langsung berupaya untuk bunuh diri dengan menyemprotkan obat anti nyamuk ke mulutnya. Namun karena gagal, ia mengambil sebuah parang dan memukul-mukulkan ke mulutnya. Melihat ada jirigen bensin di rumahnya ia pun langsung menyiram dirinya dan kasur yang ada di depan televisi ruang tengah.
 
Sebelum menyulut api, pelaku juga sempat menarik tangan istrinya untuk melakukan bunuh diri bersama dengan menarik tangan istrinya. Tetapi karena Lina takut ia pun melawan dan lari bersama dengan ketiga anaknya. Pelaku langsung menyulut api ke tubuhnya yang membakarnya sampai habis. Kejadian tragis itu pun disaksikan langsung oleh ibu korban Nur Hayanti, 52. Ibunya pun tidak dapat berbuat banyak karena api sangat cepat membesar dan melalap habis tubuh anaknya.

Saat ini polisi sudah memeriksa lima ornag saksi, yang masih keluarga dengan pelaku. Kompol Rony pun menyatakan pihaknya akan melakukan SP3 karena pelaku sudah meninggal dunia. Sebelumnya diberitakan Kejadian tragis Selasa (13/2) pukul 13.45 Wita, menghebohkan warga Banjar Dinas Petak Kelurahan Astina, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Diduga karena maslah piutang Putu Agus Suara Saputra, 38, warga Lingkungan Delod Peken, Kelurahan Kendran, menjadi korban pembacokan terduga pelaku Alamsyah, 36, warga Jalan Gempol, Gang Ratmadi III, Lingkungan Petak, Kelurahan Astina, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Tak berselang lama, pelaku Alamsyah membakar dirinya di dalam rumah hingga tewas.*k23

Komentar