nusabali

4 Pejabat Eselon II Pemprov Bali ‘Tukar Guling’ Jabatan

  • www.nusabali.com-4-pejabat-eselon-ii-pemprov-bali-tukar-guling-jabatan

Gubernur Made Mangku Pastika lakukan mutasi 6 pejabat Eselon II lingkup Pemprov Bali, Kamis (8/2).

Putu Astawa Dialihkan Jadi Kadis Perindag


DENPASAR, NusaBali
Menariknya, 4 dari 6 pejabat ini justru ditukar guling jabatannya. Sementara, Kepala Bappeda dan Litbang Provinsi Bali, I Putu Astawa, yang sudah lolos seleksi Calon Sekda Provinsi Bali, dialihkan menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag).

Ada pun 4 pejabat Eselon II yang ditukar guling jabatannya dalam mutasi kemarin, masing-masing Dewa Putu Mantera, Gede Putu Jaya Suartama, Ida Bagus Kade Subhiksu, dan Dewa Putu Eka Wijaya Wardana. Dalam hal ini, Dewa Putu Mantera tukar guling jabatan dengan Putu Gede Jaya Suartama, sementara IB Kade Subhiksu tukar guling jabatan dengan Dewa Putu Eka Wijaya Wardana.

Dewa Putu Mantera sendiri baru beberapa bulan menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM. Dalam mutasi kemarin, Dewa Mantera dialihkan sebagai Kepala Badan kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, menggantikan Jaya Suartama. Sebaliknya, Jaya Suartama justru mengisi posisi yang ditinggalkan Dewa Mantera, yakni jadi Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM.

Sedangkan IB Kade Subhiksu yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi & Keuangan, dilantik menjadi Asisten Pemerintahan & Kesra Sekda Provinsi Bali, untuk menggantikan Eka Wijaya Wardana. Sebaliknya, Eka Wijaya Wardana mengisi posisi yang ditinggalkan Kade Subhiksu sebagai Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi & Keuangan.

Pada saat bersamaan, Kamis kemarin, Putu Astawa yang semula menjabat Kepala Bappeda dan Litbang Provinsi Bali, dialihkan menjadi Kadis Perindag Provinsi Bali. Putu Astawa menggantikan Ni Wayan Kusumawathi, yang dalam mutasi kali ini dialihkan menjadi Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan.

Pergeseran posisi Putu Astawa terbilang mengejutkan. Birokrat asal Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar ini baru saja masuk tiga besar dalam seleksi Calon Sekda Provinsi Bali. Dalam seleksi Calon Sekada yang dilakukan Pansel (Panitia Seleksi), Putu Astawa menempati peringkat tiga di bawah Dewa Made Indera (yang masih menjabat Kepala BPBD Provinsi Bali) dan I Ketut Lihadnyana (yang masih menjabat sebagai Kadis PMD Provinsi Bali). Hingga Putu Astawa dilantik menjadi Kadis Perindag, Kamis kemarin, jabatan Kepala Bappeda dan Litbang Provinsi Bali yang ditinggalkannya masih dibiarkan kosong.

Pengambilan sumpah jabatan 6 pejabat Eselon II yang dimutasi ini dilakukan langsung Gubernur Made Mangku Pastika di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernuran, Niti Mandala Denpasar, Kamis pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Gubernur Pastika menegaskan, mutasi merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi birokrasi. “Organisasi birokrasi tetap harus disegarkan kinerjanya dan harus terus dikembangkan responsivitasnya, mengingat dinamika dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” tandas Pastika dalam arahannya.

Pastika memastikan mutasi sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana mutasi dan pengisian Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) harus melalui panitia seleksi (Pansel) dan mendapatkan rekomendasi Komisi ASN. “Jangan khawatir, panitia seleksi selalu diawasi banyak pihak, baik itu ASN, media, bahkan Ombudsman. Sehingga, proses seleksinya berjalan sesuai dengan aturan,” tegas Pastika.

Pastika menyebutkan, mutasi kali ini diarahkan sesuai dengan prioritas akhir masa jabatannya, yang akan fokus pada akselerasi pencapaian target dan evaluasi program secara menyeluruh. Selanjutnya, masih dalam rangka percepatan pencapaian target dan evaluasi tersebut, beberapa jabatan yang kosong akan segera dilakukan pengisian melalui proses seleksi, sesuai ketentuan yang berlaku. “Yang kosong akan segera dilakukan pengisian,” ujar Gubernur Bali Pertama asal Kawasan Utara Buleleng ini.

Sementara itu, Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat) yang notabene Sekda Provinsi Bali, Tjokorda Ngurah Pemayun, menyatakan jabatan Kepala Bappeda dan Litbang yang ditinggalkan Putu Astawa, saat ini masih kosong. Tjok Pemayun membantah hal ini dilakukan karena ada adanya muatan tertentu.

“Ada yang janggal? Saya rasa tidak. Begini, mutasi dan adanya jabatan yang dikosongkan itu karena pejabat Eselon II yang di staf ahlikan akan memasuki usia pensiun. Maka, harus ada promosi dan melakukan pengkaderan lagi,” tandas Tjok Pemayun saat dikonfirmasi NusaBali, Kamis kemarin.

Menurut Tjok Pemayun, saat ini ada beberapa jabatan Eselon II yang masih kosong. Pertama, Karo Hukum Setda Provinsi Bali yang ditinggalkan I Wayan Sugiada, karena yang bersangkutan terpilih menjadi Kepala Inspektorat Provinsi Bali. Kedua, jabatan Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Bali kini kosong, pasca ditinggalkan Dewa Nyoman Patra yang pensiun. Ketiga, Staf Ahli Gubernur Bali Bi-dang Hukum yang kosong ditinggalkan Ida Bagus Kumara Adi, yang berhalangan bertugas karena sakit. Keempat, Karo Organisasi Setda Provinsi Bali yang vakum karena ditinggalkan I Nyoman Harry Yudhasaka mantan Penjabat Bupati Badung yang sakit.

“Kita akan bentuk Pansel untuk mengisi jabatan yang kosong-kosong ini sesegera mungkin. Paling tidak, Maret 2018 nanti sudah terisi. Besok (hari ini) Pansel sudah terbentuk dan mulai bekerja,” tandas Tjok Pemayun, yang juga akan pensiun sebagai Sekda Provinsi Bali per 1 Maret 2018. *nat

Komentar