nusabali

Mega Minta Hindari Isu SARA

  • www.nusabali.com-mega-minta-hindari-isu-sara

Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri memberikan arahan kepada seluruh peserta sekolah partai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

PDIP Gelar Sekolah Partai untuk Calon Kepala Daerah


JAKARTA, NusaBali
Megawati menekankan pentingnya menghindari money politics dan isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). Pengarahan terhadap peserta sekolah partai itu diselenggarakan secara tertutup.

Wasekjen PDIP, Ahmad Basarah menyampaikan dua isu tersebut pasti akan ditekankan kepada setiap peserta. "Pertanyaan apakah mengenai Ibu Mega akan menekankan calon kepala daerah untuk menghindari strategi money politics dan menghindari isu SARA. Jawabannya benar 100 persen. Bahkan Saya yakin, nafas ideologi Bu Mega sama seperti kader," kata Basarah di Hall Leonie, Wisma Kinasih, Jalan Raya Tapos, Depok, Minggu (28/1).

Basarah lantas bicara soal PDIP yang menurutnya sering menjadi sasaran black campaign dalam Pilkada. Menurutnya, banyak tuduhan yang tak berdasar yang ditujukan kepada PDIP. "Bahwa dalam dinamika politik pilkada black campaign sering dialamatkan kepada PDIP, kita sama sama tahu, kami paling sering dapat tuduhan partai yang tak ramah terhadap Islam, partai komunis, partai PKI, partai pendukung kafir dan lain-lain, saya kira Bu Mega akan berdiri kokoh untuk menjelaskan kepada calon kepala daerah dan kepada masyarakat luas bahwa PDIP itu parpol berasaskan Pancsila," ujarnya dilansir detik.com.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai saat ini banyak pihak yang menyerukan untuk tidak memilih partai tertentu. Seruan itu diselipi dengan nada-nada ujaran kebencian. Dia menyesalkan sikap tersebut.

"Ini setelah reformasi menjelang 20 tahun serentak justru ada pihak pihak yang mengatakan jangan pilih partai A, jangan pilih partai B, jangan pilih partai C, dan kemudian mengkerdilkan suara rakyat itu sendiri. Suara rakyat seolah-olah bisa dimanipulasi, oleh ujaran-ujaran kebencian, dengan ujaran memecah belah bangsa padahal 28 Oktober 1928, kita telah satu bangsa, bertanah air satu, menjunjung tinggi bahasa persatuan," tuturnya. Sejumlah calon kepala dan wakil kepala daerah hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Cawagub Jabar Irjen Anton Charilyan, Cawagub Kaltim Irjen Safaruddin hingga Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno. *

loading...

Komentar