nusabali

Trans Sarbagita Koridor Lebih Masih Lesu Penumpang

  • www.nusabali.com-trans-sarbagita-koridor-lebih-masih-lesu-penumpang

Angkutan trans Sarbagita koridor Desa Lebih, Gianyar - Sanur - Imam Bonjol, Denpasar yang diujicoba sejak 17 September 2015 masih lesu penumpang.

GIANYAR, NusaBali
Penumpang per hari bisa dihitung dengan jari dari perempatan Desa Lebih ke koridor tersebut. Pantauan NusaBali di posisi ngetem bus Sarbagita di perempatan Desa Lebih, Jalan Bypass Prof Ida Bagus Mantra, Rabu (13/10), setiap bus masih memanfaatkan waktu ngetem maksimal 30 menit dari waktu ngetem minimal 15 menit. Posisi bus setiap ngetem masih di pinggir selatan jalan, tanpa bangunan halte penurunan dan penaikan penumpang, sebagaimana umumnya. 

Pengawas halte bus Sarbagita di Perempatan Lebih, Kadek Agus K Yuda mengakui, penumpang Sarbagita koridor Lebih – Sanur - Imam Bonjol, Denpasar, masih sangat sepi. "Sepinya ini mungkin karena koridor ini masih sosialisasi dan banyak masyarakat belum tahu keberadaan operasi Sarbagita di koridor ini," ujarnya.

Agus sangat optimis operasi bus Sarbagita tersebut akan berkembang meskipun dengan waktu sosialisasi relatif lama. Ia mengakui halte juga bagian penting dari sosialisasi Sarbagita. Karena dengan adanya halte masyarakat akan tahu ada operasi angkutan bus murah yang dirintis Gubernur Bali Made Mangku Pastika itu.

Kata dia, di koridor ini tersedia enam armada bus, namun yang beroperasi baru tiga bus sejak 17 September 2015. Halte bus di Lebih akan dibangun pada 2016. Kini waktu tempuh koridor Lebih – Sanur – Imam Bonjol, Denpasar sampai 1 jam lebih.

Kadis Perhubungan dan Infokom Gianyar, Cokorda Gde Agusnawa mengakui, raihan penumpang bus Sarbagita di koridor Lebih-Sanur-Iman Bonjol, Denpasar ini masih sangat sulit. Kondisi ini diduga karena masyarakat belum biasa naik bus ini, dan merasa lebih nyaman naik sepeda motor. Selain  lebih cepat, naik sepeda motor juga mudah masuk jalan kota dan gang-gang sempit. “Pengamatan kami sudah beberapa warga ada yang mencoba naik bus ini pada Sabtu dan Minggu dari Lebih ke Sanur bahkan ke Nusa Dua,’’ ujarnya.

Cok Agusnawa yakin, seiring sosialisasi dalam tempo relatif lama, operasi bus ini akan dikenal masyarakat hingga masyarakat membuat pilihan bertransportasi ke bus Sarbagita.

Komentar