nusabali

Pohon Perindang Berisiko Dirapikan

  • www.nusabali.com-pohon-perindang-berisiko-dirapikan

Sejumlah personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Jumat (5/1) pagi turun ke lapangan untuk melakukan upaya antisipasi bencana di musim penghujan.

SINGARAJA, NusaBali
Kali ini sejumlah pohon perindang jalan di jalur Singaraja-Gilimanuk yang dinilai berisiko dirapikan. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Made Subur mengatakan pemangkasan pohon perindang jalan itu dilakukan pasca pemetaan potensi bencana di musim penghujan. Di antaranya bencana pohon tumbang yang dapat diakibatkan oleh hujan deras dan angin kencang.

Setelah upaya pemangkasan dan pemotongan pohon berisiko, ke depannya juga akan dilakukan peremajaan pohon dan menggantinya dengan pohon risiko rendah. “Ini jenis pohonnya sangat rentan patah dan tumbang jika diterjang hujan deras dan angin kencang, sehingga sebelum ini menyebabkan bencana dan kerugian kita antisipasi dengan pemangkasan,” kata dia.

Menurutnya keberadaan pohon berisiko bencana memiliki sejumlah ancaman yang dapat merugikan. Seperti ancaman kerusakan lingkungan, baik pagar, rumah dan saluran irigasi jika pohon itu tumbang dan menimpa apa saja yang ada di sekitarnya Selain juga potensi mengakibatkan kerugian korban jiwa dan kerugian dari segi ekonomi.

Dari data inventaris BPBD Buleleng, di sepanjang jalur Singaraja-Gilimanuk wilayah Buleleng ada sebanyak 100 pohon yang dinilai berisiko. Pohon-pohon itu secara bertahap akan dibersihkan dan dipangkas sehingga tidak menimbulkan bencana saat puncak musim penghujan. “Kami utamakan dulu di jalur yang sering kali terjadi dan mengganggu akses jalan yang dapat mengakibatkan korban laka lantas, selanjutnya baru diteruskan ke tempat lain,” imbuh dia.

Pemangkasan pohon besar di dekat permukiman warga juga dapat dilaporkan warga melalui perbekelnya untuk segera ditindak lanjuti oleh BPBD. Pihaknya pun mengaku siap untuk segera menindak lanjuti permohonan pemangkasan pohon jika memang benar-benar membahayakan, untuk mempersempit potensi bencana pohon tumbang.*k23

loading...

Komentar