nusabali

Dikeroyok, Penghuni Kos Babak Belur

  • www.nusabali.com-dikeroyok-penghuni-kos-babak-belur

Aksi anarkis diduga anggota Ormas (Organisasi kemasyarakatan) kembali memakan korban.

Pelaku Puluhan Orang Diduga Anggota Ormas


DENPASAR, NusaBali
Kali ini seorang penghuni kos bernama Nyoman Sudiana alias Nion, 39 yang tinggal di Jalan Danau Beratan, Gang 11/1 Sanur, Denpasar Selatan yang menjadi korban pengeroyokan sekitar 30 orang diduga anggota salah satu ormas pada, Minggu (24/12) dinihari.

Aksi pengeroyokan ini berawal saat korban pulang kerja menuju kos-kosan pada, Minggu dinihari sekitar pukul 01.00 Wita. Saat masuk di Jalan Danau Beratan Gang 11/1, korban berpapasan dengan beberapa ABG (Anak Baru Gede). “Waktu itu mereka teriak woi dan saya langsung berhenti. Saya sempat adu mulut dengan ABG ini,” jelas korban Sudiana yang ditemui, Selasa (26/12).

Korban lalu mengalah dan pulang ke kosnya. Sekitar 10 menit kemudian, datang sekitar 30 orang yang diketahui merupakan anggota ormas. Dengan membawa senjata tajam, puluhan orang tersebut masuk ke areal kos. Empat di antaranya langsung masuk ke dalam kamar kos korban.

Tanpa babibu, dua pelaku yang berbadan kekar langsung menghajar korban yang asal Renon, Denpasar ini hingga babak belur. Meski korban sudah minta maaf, para pelaku masih terus menghajar korban hingga terkapar. “Yang masuk ke kamar saya ada empat orang. Tapi yang pukul ada dua orang, lainnya hanya ikut-ikutan saja. Ada juga puluhan orang lainnya menunggu di areal kos sambil bawa pedang,” beber Sudiana.

Karena luka parah, Sudiana sempat dibawa ke RS Bross Jalan Letda Tantular No 6, Denpasar untuk mendapat perawatan. Selanjutnya, Sudiana diantar keluarganya melaporkan aksi pengeroyokan ini ke Polsek Denpasar Selatan.

“Saya mengalami luka berat di wajah. Saya juga sudah sempat divisum di RS Trijata Polda Bali,” pungkasnya. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Bangkit Dananjaya yang dikonfirmasi pada, Selasa (26/12) membenarkan aksi pengeroyokan tersebut. Namun ia mengatakan sampai saat ini belum mengamankan satupun pelaku yang disebut berasal dari salah satu ormas. “Kami sudah terima laporannya, tapi saya belum baca BAP-nya. Nanti kita tindak lanjuti,” ujarnya saat dikonfirmasi. *rez

Komentar