nusabali

Teknisi Tewas Kesetrum di Pelabuhan Mentigi

  • www.nusabali.com-teknisi-tewas-kesetrum-di-pelabuhan-mentigi

“Hujan gerimis inilah yang membuat kabel untuk pengeboran itu basah dan teraliri listrik hingga membuat korban meninggal dunia”

Gara-Gara Naik Tangga yang Dialiri Listrik


SEMARAPURA, NusaBali
Handoko, 28, warga beralamat di Lingkungan Kuburan Cina, Desa Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jembrana, tewas tersengat listrik pada Kamis (21/11) pagi di Pelabuhan Banjar Mentigi, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Handoko tewas saat hendak memasang Vender (karet penahan benturan) di tempat penyandaran Kapal Roro (Roll on-roll off) Nusa Jaya Abadi.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula pada Kamis sekitar pukul 10.00 Wita, ketika korban dan tiga orang rekannya Purnomo Tirtomiarjo, 51, (Warga Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, Kec. Negara, Jembrana), Leo Nardo, 28, (warga Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur) dan Suryahadi Kusuma, 26, (warga Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur), melakukan persiapan pengerjaan pemasangan vender di Pelabuhan Mentigi.

Kemudian saksi Leo Nardo turun duluan melewati tangga besi dan bendiri di papan kayu, diikuti oleh korban untuk melakukan proses pengeboran. Namun sebelum melakukan pengeboran Leo Nardo merasa ada tegangan listrik pada tangga, karena kondisi kabel untuk pengeboran itu basah akibat hujan gerimis. Maka dia ingin menyampaikan hal tersebut kepada korban.

Namun korban sudah dilihat dalam keadaan kejang, kemudian Leo Nardo berusaha menolong korban untuk melepaskan penggangan tangannya dari tangga. Sementara rekan lainnya mencabut calokan tersebut, akhirnya upaya tersebut berhasil, namun korban dan Leo Nardo sama-sama terjauh ke laut.

Mereka pun langsung diselamatkan oleh rekan lainnya yang notabene ada hubungan kelurga dan kerabat dan petugas setempat. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas I Nusa Penida untuk mendapat pertolongan. Namun setelah dilakukan pengecekan oleh tim medis korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Menindaklanjuti kejadian ini jajaran Polsek Nusa Penida langsung meluncur ke TKP untuk melakukan pengecekan.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika membenarkan kejadian tersebut, petugas sudah mengecek dan olah TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi. Kata dia penyebab korban meninggal karena tersetrum listrik. “Kita masih telusuri kasus ini,” ujarnya. Untuk jenazah korban segera dipulangkan di kediamannya Jembrana. “Kasus ini masih kita selidiki,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala UPD Penyeberangan Nusa Penida I Dewa Gede Agus Suarmahendra mengatakan proyek pemasangan vender tersebut sudah dikerjakan sejak sebulan lalu. Karena harus selesai pada Desember 2017 ini, maka mereka mengekebut proses pengerjaan. Sehingga ketika Kapal Roro tadi berlayar mereka langsung berkerja, namun pada saat itu turun hujan gerimis. “Hujan gerimis inilah yang membuat kabel untuk pengeboran itu basah dan teraliri listrik hingga membuat korban meninggal dunia” ujarnya.

Dijelaskan proyek ini sejatinya sudah masuk tahap finishing, namun dengan kejadian tersebut proses pengerjaan harus ditunda sementara. Mengingat korban dan saksi ada hubungan keluarga dan kerabat. Untuk pengecekan lebih lanjut tentang kejadian ini sudah dilakukan oleh petugas kepolisian. “Mengenai asuransi tentu sudah dilakukan oleh pihak rekanan sendiri,” ujarnya. Pasca kejadian ini akan digelar upacara pecaruan. *wan

Komentar