nusabali

33 Wanita Pelayan Pria Hidung Belang Diciduk

  • www.nusabali.com-33-wanita-pelayan-pria-hidung-belang-diciduk

Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar menciduk 33 wanita pekerja seks komersial (PSK) dalam penggerebekan di tiga lokalisasi prostitusi, Selasa (14/11).

Sebelum Jalani Sidang Tipiring akan Diberikan Siraman Rohani

DENPASAR, NusaBali
Perempuan yang diamankan itu, rata-rata berumur 17-24 tahun Para PSK yang umurnya masih muda tersebut rela menjajakan tubuhnya ke pria hidung belang denga tarif Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu sekali kencan.

Salah satu PSK, Mar, 19, asal Bandung saat ditemui disela-sela pendataan di Kantor Satpol PP Kota Denpasar, Rabu (15/11) mengatakan, ia baru dua bulan berada di Bali atas ajakan temannya untuk bekerja di Hotel B, Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur. "Kemarin malam saya masih tidur di mess hotel. Tiba-tiba Satpol PP datang, katanya kami mau dibawa untuk didata," ujarnya. Menurut Mar, orangtuanya di Bandung tidak mengetahui pekerjaannya di Bali sebagai pelayan hidung belang.

Hal senada juga disampaikan oleh Cik, 19, yang juga berasal dari Bandung. Cik mengaku memilih bekerja sebagai PSK karena tuntutan ekonomi. Dulunya, Cik bekerja di toko, namun dia pilih berhenti karena penghasilannya kecil. “Kalau di toko perbulannya hanya Rp 1,2 juta, kalau di sini bisa sampai Rp 4,5 juta perbulan. Bahkan, sekarang saya bisa ngirim Rp 1 juta kadang juga Rp 2 juta," ujar perempuan berparas ayu ini yang mengaku perhari bisa melayani empat pria hidung belang.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, sebanyak 33 PSK ini masih ditempatkan di tempat penampungan kantor Satpol PP Kota Denpasar. Mereka bakal menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Denpasar pada Jumat (17/11). "Sebelum jalani sidang tipiring mereka akan kami berikan pencerahan rohani dengan mengundang dari Departemen Agama dan Dinas Sosial. Tujuannya, selain memberikan kekuatan mental, juga  memberikan pendidikan dalam rangka pencegahan antisipasi penyakit HIV dan narkoba serta ingin mengembalikan mereka menjadi perempuan normal pada umumnya tanpa terjerumus lagi ke lembah hitam," ujarnya. *m

loading...

Komentar