nusabali

Tetap Eksis di Panggung, Ary Kencana Pernah Raup Rp 300 Juta Sebulan

  • www.nusabali.com-tetap-eksis-di-panggung-ary-kencana-pernah-raup-rp-300-juta-sebulan

DENPASAR, NusaBali.com – Padatnya jadwal manggung di penghujung tahun membawa berkah tersendiri bagi Ary Kencana. Penyanyi pop Bali lawas ini mengaku, pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, pendapatannya sempat menembus angka Rp 300 juta per bulan, seiring ramainya undangan tampil di berbagai acara.

Di tengah gempuran dunia digital dan menjamurnya penyanyi-penyanyi muda, Ary Kencana justru masih menjadi pilihan di banyak panggung, mulai dari acara adat, sesangi, hingga festival terbuka. Penyanyi pop Bali berusia 46 tahun ini membuktikan bahwa lagu-lagu lawas masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Ary mengungkapkan, jadwal manggungnya pada periode tersebut terbilang sangat padat. Dalam satu bulan, ia bisa tampil lebih dari 30 kali. “Di bulan Desember 2025 itu sampai 32 kali. Bisa dicek di akun Facebook saya,” ujar Ary Kencana saat berbincang dengan NusaBali, Rabu (4/2).

Dengan intensitas tersebut, tak jarang dalam satu hari Ary harus berpindah dari satu panggung ke panggung lain. Bahkan, ia mengaku pernah tampil di dua hingga tiga lokasi berbeda dalam sehari.

Pria asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, yang kini menetap di kawasan Jalan Jepun Pipil, Denpasar Timur ini juga dikenal cukup terbuka soal tarif manggung. Meski sempat merasa kurang nyaman membicarakan hal tersebut, Ary akhirnya memilih menyampaikan apa adanya. “Sebenarnya saya tidak enak dengan teman-teman penyanyi lain. Tapi kalau ditanya, saya jawab sesuai kondisi di lapangan,” ungkap mantan personel Trio Januadi yang mulai aktif di blantika pop Bali sejak tahun 2000.

Menurut pria bernama asli I Gede Astawa ini, tarif manggungnya menyesuaikan dengan jenis acara. Untuk acara STT (Sekaa Teruna Teruni), tarifnya sekitar Rp 9 juta. Sementara untuk acara sesangi atau naur sesangi, berada di kisaran Rp 10 juta. “Kalau acara pemerintahan, perkantoran, atau perusahaan besar biasanya sekitar Rp 12 jutaan. Festival di lapangan bisa Rp 12 juta sampai Rp 15 juta,” jelasnya.

Tarif berbeda berlaku jika dirinya mendapat undangan ke luar daerah, khususnya wilayah kepulauan. Untuk tampil di Nusa Penida, Ary Kencana memasang tarif sekitar Rp 16 juta hingga Rp 18 juta, tergantung kebutuhan teknis dan durasi acara. “Biasanya penginapan dan transportasi sudah disiapkan oleh yang mengundang. Jadi nominal itu sudah bersih,” kata Ary.

Dengan tarif tersebut, dalam kondisi normal Ary mengaku bisa mengambil sekitar 10 job manggung per bulan dengan potensi penghasilan Rp 100 jutaan. Namun, khusus Desember 2025 dan Januari 2026, jumlah job yang melonjak hingga lebih dari 30 kali membuat pendapatannya ikut terkerek hingga sekitar Rp 300 jutaan per bulan.

Menariknya, hampir setiap kali tampil Ary selalu didampingi pemain electone dan satu orang videografer. Menurutnya, hal itu sengaja dilakukan untuk menjaga kedekatan dengan penggemar.“Kalau dilihat di media sosial, penontonnya selalu heboh, nyanyi bareng. Itu alami, bukan setting-an. Vibrasinya positif,” tutur penyanyi yang juga pegiat kemanusiaan ini.

Hal serupa juga ia rasakan saat tampil di acara sesangi. Momen-momen emosional keluarga kerap direkam dan dibagikan kembali.“Di situ ada keharuan. Suasana seperti itu yang bikin saya tetap semangat dan bertahan di dunia pop Bali sampai sekarang,” pungkas Ary Kencana yang juga dikenal sebagai pengusaha dekorasi tenda, supplier material dan truk, serta distributor Pie Susu Dhian dan Pie Susu Chandra.* isu

Komentar