Beri Ruang Demokrasi Inklusif, Bawaslu Gandeng SLBN 1 Buleleng
SINGARAJA,NusaBali.com-Bawaslu Buleleng memperkuat langkah mewujudkan demokrasi inklusif dengan menjalin kerja sama resmi bersama Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Buleleng, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Rabu (4/2/2026). Inisiatif ini menargetkan pemilih difabel, yang selama ini menghadapi keterbatasan akses informasi dan layanan kepemiluan, bisa berpartisipasi aktif dalam setiap proses Pemilu.
Melalui kerja sama ini, SLBN 1 Buleleng akan mendukung program edukasi politik ramah disabilitas, sehingga siswa dan komunitas difabel memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran politik sejak dini sekaligus memperluas partisipasi pemilih difabel di Kabupaten Buleleng.
Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas harus memastikan semua warga negara terlibat. “Demokrasi akan kuat jika seluruh warga negara merasa dilibatkan. Melalui kerja sama ini, kami memastikan pemilih difabel memperoleh akses informasi dan layanan kepemiluan setara sehingga hak konstitusional mereka terpenuhi,” ujar Carna.
Ia mengatakan, MoU ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya strategis mewujudkan Pemilu yang inklusif, partisipatif, dan berintegritas. Selain memperkuat kerjasama kelembagaan, inisiatif ini mengirim pesan bahwa demokrasi adalah hak semua warga negara, termasuk kelompok dengan kebutuhan khusus.
Kepala SLBN 1 Buleleng, Made Winarsa, menyambut positif kolaborasi ini dan menyatakan siap mendukung program edukasi pemilu bagi siswa dan komunitas difabel. “Langkah ini diharapkan menumbuhkan kesadaran politik sejak dini sekaligus mendorong partisipasi pemilih difabel di Kabupaten Buleleng,” kata Winarsa.*lik
Komentar