nusabali

Badung Apresiasi Rencana Pembentukan Satgas Penanganan Sampah Pantai

  • www.nusabali.com-badung-apresiasi-rencana-pembentukan-satgas-penanganan-sampah-pantai

MANGUPURA, NusaBali.com - Rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Sampah Pantai oleh Pemerintah Provinsi Bali dinilai menjadi angin segar bagi Kabupaten Badung.

Pasalnya, saat ini ratusan personel Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung sudah dikerahkan setiap hari untuk menangani lonjakan sampah kiriman yang volumenya terus meningkat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, IB Gede Arjana, mengatakan jika Satgas tersebut benar dibentuk oleh Gubernur Bali, pihaknya sangat mengapresiasi dan siap bersinergi. Menurutnya, keberadaan Satgas akan memperkuat sistem penanganan sampah mulai dari pengawasan, pengendalian, pembersihan hingga pengangkutan dan pengelolaan secara berkelanjutan.

“Kalau memang dibentuk oleh Pak Gubernur tentu kami sangat menyambut baik. Dengan adanya Satgas, tenaga kebersihan yang dilibatkan bisa lebih banyak. Mulai dari pengawasan, pengendalian, pembersihan sampai pengangkutan dan pengelolaan sampah bisa berjalan lebih kontinu dan berkelanjutan,” ujar Arjana ditemui di Pantai Kuta Selasa (3/2) pagi.

Saat ini, DLHK Badung sendiri dikatakan telah menyiapkan hampir 300 personel teknis khusus untuk pembersihan sampah pantai. Personel tersebut terdiri dari tenaga rutin serta tenaga penyapuan yang bertugas di kawasan pantai, wilayah perkotaan hingga lingkungan permukiman di Badung.

Meski jumlah personel sudah ratusan, Arjana mengakui tenaga tersebut masih belum cukup jika dibandingkan dengan volume sampah yang harus ditangani. Terlebih DLHK tidak hanya menangani sampah kiriman di pantai, tetapi juga sampah perkotaan dan perdesaan. “Kalau bicara cukup tentu masih kurang. Volume sampah sangat tinggi. Kita kewalahan karena harus menangani sampah pantai, sampah kota dan sampah desa sekaligus,” tegasnya.

Terkait karakteristik sampah kiriman, Arjana menegaskan tidak semuanya berasal dari Bali. Dari pengamatan di lapangan, banyak ditemukan kemasan produk hingga material kayu gelondongan dan ranting yang diduga berasal dari luar Bali dan terbawa arus laut hingga terdampar di pesisir Badung.

“Dari jenisnya terlihat ada produk yang bukan dari Bali. Bahkan bukan hanya plastik, ada kayu gelondongan dan ranting. Itu diduga datang dari luar Bali dan mau tidak mau menjadi tanggung jawab kita untuk membersihkannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, Anak Agung Gede Dalem, memaparkan sejak Oktober 2025 hingga saat ini total sampah yang sudah berhasil diangkut mencapai 1.408 ton. Namun, sampah yang masih menumpuk di sejumlah lokasi sementara (STO) masih cukup besar.

Rinciannya, di Pantai Kuta tercatat sekitar 650 truk, Pantai Kedonganan 500 truk, Pantai Jimbaran 350 truk, Pantai Jerman 250 truk, Pantai Legian 40 truk, Pantai Petitenget 40 truk, Pantai Brawa 20 truk, Pantai Cemagi 10 truk, serta Pantai Seminyak sekitar 5 truk. Total sampah yang masih menumpuk di STO mencapai sekitar 1.865 ton.

“Jika digabung dengan yang sudah terangkut, total keseluruhan sampah mencapai sekitar 3.273 ton,” ujarnya. Gung Dalem berharap jika Satgas tingkat provinsi terbentuk, penanganan sampah bisa dilakukan lebih terintegrasi. Pasalnya, persoalan sampah tidak hanya dihasilkan oleh pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat serta wilayah lain yang alirannya bermuara ke laut.

“Kalau hanya Pemda tentu kesulitan karena sampah ini tidak hanya dihasilkan satu pihak. Kalau ada Satgas provinsi tentu bisa lebih terintegrasi, termasuk menjaga sungai supaya sampah tidak masuk ke laut,” ujarnya.

Bahkan, menurutnya, jika pemerintah pusat membentuk Satgas nasional, dampaknya akan jauh lebih baik. Dengan pengendalian di hulu, terutama di sungai-sungai besar di Pulau Jawa dan Sumatera, sampah yang terbawa arus laut bisa ditekan sehingga tidak menumpuk di wilayah Bali yang secara geografis menjadi titik kumpul arus sampah laut.

“Kalau sampai ada Satgas nasional tentu lebih bagus. Karena sampah dari sungai-sungai besar bisa dikendalikan dari sana. Bali ini seperti celuk sehingga sampah laut banyak berkumpul di sini, terutama di Jimbaran,” sebutnya. *ris

Komentar