1.250 Pelari Ramaikan Klungkung Run 2026
Ajang ini tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga momentum mengampanyekan hidup sehat, mempererat kebersamaan, serta memperkenalkan potensi sejarah dan budaya Klungkung.
SEMARAPURA, NusaBali.com - Antusiasme masyarakat terhadap olah raga lari tercermin dalam pelaksanaan Klungkung Run 2026 bertajuk 'Run in The Heritage of Bali' yang digelar Minggu (25/1). Ajang yang menjadi puncak peringatan HUT ke-39 RSUD Klungkung ini diikuti sebanyak 1.250 pelari, sesuai kuota pendaftaran yang dibuka panitia.
Panitia Klungkung Run 2026, I Gusti Putu Widiasa, mengatakan kegiatan ini digagas sebagai upaya mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya olah raga, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Klungkung.
Event tersebut kemudian dikemas dengan konsep Heritage Run yang menempatkan rute melewati tempat-tempat bersejarah, dimana Klungkung sebagai pusat kebudayaan Bali. “Rute sengaja kami arahkan melewati kawasan-kawasan bersejarah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rute lomba melintasi sejumlah titik heritage, di antaranya Kertha Gosa, Kamasan, Gelgel, Budaga, hingga finish di kawasan Catus Pata, Kota Semarapura. Dari total peserta, sekitar 70 persen berasal dari Kabupaten Klungkung. “Antusiasmenya sangat luar biasa, bahkan di luar kuota masih banyak yang ikut, menambah semarak acara Klungkung Run 2026 ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, rute lomba melintasi sejumlah titik heritage, di antaranya Kertha Gosa, Kamasan, Gelgel, Budaga, hingga finish di kawasan Catus Pata, Kota Semarapura. Dari total peserta, sekitar 70 persen berasal dari Kabupaten Klungkung. “Antusiasmenya sangat luar biasa, bahkan di luar kuota masih banyak yang ikut, menambah semarak acara Klungkung Run 2026 ini,” ungkapnya.
Klungkung Run 2026 mempertandingkan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer, masing-masing untuk kelas putra dan putri. Selain lomba lari, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan senam zumba, hiburan musik, serta fasilitas bagi peserta berupa jersey resmi, nomor dada, medali peserta, refreshment (makanan dan minuman), dan doorprize.
Untuk menambah daya tarik, panitia menyiapkan hadiah uang tunai dengan nilai jutaan rupiah. Pada kategori 10 kilometer putra dan putri, juara pertama memperoleh hadiah Rp 1,7 juta, juara kedua Rp 1,25 juta, dan juara ketiga Rp 750 ribu. Sementara pada kategori 5 kilometer putra dan putri, juara pertama mendapatkan Rp 1,3 juta, juara kedua Rp 750 ribu, dan juara ketiga Rp 500 ribu.
Untuk menambah daya tarik, panitia menyiapkan hadiah uang tunai dengan nilai jutaan rupiah. Pada kategori 10 kilometer putra dan putri, juara pertama memperoleh hadiah Rp 1,7 juta, juara kedua Rp 1,25 juta, dan juara ketiga Rp 750 ribu. Sementara pada kategori 5 kilometer putra dan putri, juara pertama mendapatkan Rp 1,3 juta, juara kedua Rp 750 ribu, dan juara ketiga Rp 500 ribu.
Klungkung Run 2026 dilepas langsung Bupati Klungkung I Made Satria di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Kota Semarapura. Bupati Satria menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga momentum mengampanyekan hidup sehat, mempererat kebersamaan, serta memperkenalkan potensi sejarah dan budaya Klungkung.
“Dirgahayu RSUD Klungkung ke-39. Semoga ke depan semakin sukses dan terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pengamanan dan pengaturan lalu lintas melibatkan lintas sektor, termasuk Polres Klungkung, Dishub, Satpol PP, BPBD, serta tim medis. Rekayasa lalu lintas dan pengaturan parkir diberlakukan sementara di sejumlah titik yang dilalui rute lomba.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pengamanan dan pengaturan lalu lintas melibatkan lintas sektor, termasuk Polres Klungkung, Dishub, Satpol PP, BPBD, serta tim medis. Rekayasa lalu lintas dan pengaturan parkir diberlakukan sementara di sejumlah titik yang dilalui rute lomba.
Dengan menggabungkan olah raga, budaya, dan pariwisata, Klungkung Run 2026 diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga memperkuat citra Klungkung sebagai daerah yang kaya sejarah dan budaya. *gik
Komentar