Johnny Jansen Keluhkan Permainan Serdadu Tridatu di Babak Pertama
GIANYAR, NusaBali.com – Pelatih Bali United FC Johnny Jansen mengaku kecewa dengan hasil imbang 3-3 melawan Semen Padang FC pada laga Pekan 18 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/1/2026) sore. Meski Serdadu Tridatu mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol, Jansen menilai performa timnya belum memuaskan.
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, Bali United tampil buruk pada 30 menit awal pertandingan. Situasi itu dimanfaatkan Semen Padang untuk mencetak dua gol cepat. “Kami tidak bermain bagus di setengah jam pertama. Itu sangat buruk dari sisi kami,” ujar Jansen usai laga.
Ia menilai Bali United sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol lebih awal, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat timnya tertinggal. Di babak kedua, Jansen melakukan dua pergantian pemain yang berdampak positif terhadap permainan tim.
“Jika melihat keseluruhan babak kedua, kami menunjukkan mentalitas yang bagus. Kami bisa comeback dan berbalik unggul,” kata Jansen. Namun keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Bali United kembali kebobolan dari situasi bola mati.
Jansen secara khusus menyoroti lemahnya antisipasi Bali United terhadap set piece Semen Padang. “Hari ini mereka terlalu kuat dalam situasi bola mati. Kami juga terlalu mudah memberikan mereka peluang melalui free kick dan corner,” tegasnya.
Meski secara umum hasil comeback dari ketertinggalan biasanya memberi rasa puas, Jansen justru merasakan sebaliknya. “Normalnya kalau tertinggal 0-2 lalu bisa kembali ke pertandingan, perasaannya bagus. Tapi saya justru punya perasaan yang buruk,” ujarnya.
Ia menegaskan hasil imbang ini harus menjadi bahan evaluasi serius, terutama terkait mentalitas dan fokus pemain di awal pertandingan. “Ini bukan soal strategi. Di 30 menit pertama kami kalah dalam duel dan tidak cukup kuat saat menguasai bola,” pungkas Jansen.
Ia menilai Bali United sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol lebih awal, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat timnya tertinggal. Di babak kedua, Jansen melakukan dua pergantian pemain yang berdampak positif terhadap permainan tim.
“Jika melihat keseluruhan babak kedua, kami menunjukkan mentalitas yang bagus. Kami bisa comeback dan berbalik unggul,” kata Jansen. Namun keunggulan tersebut gagal dipertahankan setelah Bali United kembali kebobolan dari situasi bola mati.
Jansen secara khusus menyoroti lemahnya antisipasi Bali United terhadap set piece Semen Padang. “Hari ini mereka terlalu kuat dalam situasi bola mati. Kami juga terlalu mudah memberikan mereka peluang melalui free kick dan corner,” tegasnya.
Meski secara umum hasil comeback dari ketertinggalan biasanya memberi rasa puas, Jansen justru merasakan sebaliknya. “Normalnya kalau tertinggal 0-2 lalu bisa kembali ke pertandingan, perasaannya bagus. Tapi saya justru punya perasaan yang buruk,” ujarnya.
Ia menegaskan hasil imbang ini harus menjadi bahan evaluasi serius, terutama terkait mentalitas dan fokus pemain di awal pertandingan. “Ini bukan soal strategi. Di 30 menit pertama kami kalah dalam duel dan tidak cukup kuat saat menguasai bola,” pungkas Jansen.
Komentar