nusabali

Meteran Air Raib, Perumda Rugi Rp 51 Juta

  • www.nusabali.com-meteran-air-raib-perumda-rugi-rp-51-juta

MANGUPURA, NusaBali - Kasus raibnya puluhan water meter atau meteran air di wilayah Kuta Selatan terus menjadi perhatian serius Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. Hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 77 unit water meter milik pelanggan dilaporkan hilang.

Akibat kejadian ini, Perumda Tirta Mangutama mengalami kerugian hingga Rp 51 juta, belum termasuk kerugian nonfisik berupa air yang terbuang dan terganggunya pelayanan distribusi.

Menyikapi kejadian tersebut, Perumda Tirta Mangutama menggelar silaturahmi dan rapat koordinasi (rakor) bersama unsur pemerintah dan masyarakat di Kuta Selatan. Pertemuan tersebut melibatkan pihak Kepolisian, Koramil, Camat, Lurah, Bendesa Adat, Pecalang, serta tokoh masyarakat setempat di Kantor Camat Kuta Selatan, Badung, pada Jumat (23/1) pagi.

“Untuk kegiatan hari ini (kemarin), pertama kami ingin bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat di Kuta Selatan. Astungkara hampir 100 persen hadir, baik dari unsur kedinasan maupun adat. Di sini kami berkoordinasi dan berdiskusi, menyangkut hilangnya water meter milik pelanggan, sebab permasalahan kehilangan tidak hanya menjadi kerugian Perumda, tetapi kerugian semuanya,” ujar Suyasa ditemui di lokasi pada Jumat pagi.

“Total yang hilang sampai sekarang ada 77 unit. Kerugian fisik dari barang saja kurang lebih Rp 51 juta,” sebut Suyasa.
Menurutnya, water meter merupakan aset Perumda yang dititipkan kepada pelanggan. Dalam aturan, pelanggan berkewajiban menjaga. Namun karena kejadian ini terjadi secara beruntun dan masif, Perumda menduga ada unsur pencurian.

“Dalam hal ini kami melihat tidak ada unsur kesengajaan dari pelanggan. Polanya mengarah pada pencurian. Karena itu, kami mengambil langkah melakukan penggantian water meter yang hilang dan memasang pengaman besi agar tidak mudah diambil,” kata Suyasa.

Ia juga menepis dugaan keterlibatan orang dalam. Sebab ia mengaku water meter tidak bisa dipakai sembarangan dikarenakan ada nomor register dan nomor bodi dan hanya bisa dipasang ke pelanggan tertentu.

Selain kerugian fisik, pihaknya juga disebut mengalami kerugian nonfisik. Air terus mengalir saat water meter dicabut, sehingga menyebabkan kehilangan air dalam jumlah besar dan mengganggu tekanan distribusi ke pelanggan lain. “Yang rugi bukan hanya Perumda, tapi juga masyarakat. Pelanggan tidak dapat air, aktivitas terganggu. Di sisi kami, air terbuang dan pelayanan tidak maksimal,” ujarnya.

Atas masifnya kejadian water mater yang hilang di Kuta Selatan, Suyasa mengajak masyarakat ikut berperan aktif menjaga infrastruktur air bersih. “Mari sama-sama kita jaga. Water meter ini alat penting untuk mengukur pemakaian secara adil. Jika melihat hal mencurigakan di sekitar water meter, segera laporkan ke Perumda atau pihak berwajib,” imbau Suyasa. 7 ris

Komentar