nusabali

BI Bali Sebut Tak Pengaruhi Kegiatan Usaha

Nilai Tukar Rupiah Tertekan

  • www.nusabali.com-bi-bali-sebut-tak-pengaruhi-kegiatan-usaha

DENPASAR, NusaBali - Bank Indonesia (BI) menyebut depresiasi nilai tukar rupiah yang terjadi tak mempengaruhi kegiatan usaha dan pasokan bahan pangan. Fluktuasi nilai tukar tidak terlalu berpengaruh kepada kegiatan usaha karena sebagian besar pasokan barang dan jasa untuk kebutuhan operasional dipenuhi dari lokal dan pembayarannya menggunakan upiah.

Meski demikian perekonomian nasional ke depan dihadapkan pada pertumbuhan ekonomi dunia yang dalam tren melambat dan ketidakpastian keuangan global yang masih tinggi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bali Erwin Soeriadimadja, Jumat (23/1/2026) menjelaskan, perekonomian Bali yang bergantung pada sektor pariwisata rentan terhadap shock eksternal terutama pada potensi jumlah wisatawan akibat kondisi ekonomi di negara asal wisatawan. Namun, dampak risiko eksternal berupa dinamika nilai tukar kepada sektor pariwisata Bali relatif terbatas karena faktor utama yang menarik wisatawan ke Bali adalah keindahan alam, budaya, dan kenyamanan fasilitas pariwisata.

“Di tengah gejolak eksternal, kami memprakirakan inflasi Bali pada 2026 terkendali dalam sasaran pada 2,5 persen plus minus 1 persen utamanya didukung cuaca yang kondusif, program ketahanan pangan pemerintah, dan sinergi erat TPID,” ujarnya.

Dinamika nilai tukar, dampaknya juga relatif terbatas terhadap inflasi karena sebagian besar bahan pangan merupakan produksi lokal. Hal yang sama berlaku pada kebutuhan khususnya perhotelan, yang mayoritas mengandalkan produk lokal.

BI, lanjut Erwin, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk menjaga kestabilan harga. Sebagai contoh, kerja sama antara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di Bali turut memperkuat ketahanan pangan dan memastikan pasokan bahan baku lokal yang stabil untuk industri pariwisata.

Ke depan, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi yang berpotensi mempengaruhi nilai tukar, ekonomi Bali tahun 2026 diprakirakan tumbuh lebih tinggi pada rentang 5,4-6,2 persen, dan berada di atas nasional. Prakiraan tersebut didukung oleh potensi sektor pertanian, kinerja pariwisata yang tetap kuat, investasi yang tumbuh solid, dan daya beli masyarakat yang terjaga.

Untuk mencapai hal tersebut, BI merekomendasikan lima strategi utama Panca Kerthi, yang selaras dengan transformasi ekonomi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pertama, perlunya memperkuat sektor unggulan diluar sektor pariwisata sebagai new source of growth ekonomi Bali. Salah satunya ekonomi kreatif, melalui penciptaan kewirausahaan, penyediaan ruang usaha bagi pelaku UMKM, perluasan pasar, serta peningkatan penggunaan lokal, termasuk pengembangan komoditas unggulan Bali.

Kedua, mengakselerasi terwujudnya pariwisata yang berkualitas melalui perluasan dan diversifikasi destinasi wisata sesuai karakteristik daerah dan budaya lokal, penerapan kebijakan berbasis carrying capacity dengan tetap berpegang teguh pada konsep Tri Hita Karana. Ketiga, mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan sinergi dalam TPID dan GNPIP.

Keempat, meningkatkan akses pembiayaan yang lebih inklusif melalui pembiayaan kepada UMKM dan sektor prioritas. Kelima, memperluas dan mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran, melalui perluasan penggunaan QRIS dan pengembangan ekosistem digital UMKM. Hal ini tentunya diharapkan dapat mendorong ekonomi Bali tumbuh lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.

Erwin menambahkan, tulang punggung perekonomian Bali adalah sektor pariwisata dengan pangsa 40,38 persen, diikuti oleh sektor pertanian dengan pangsa 13,41 persen dan sektor konstruksi dengan pangsa 9,24 persen. Kontribusi sektor pariwisata yang besar didukung oleh tingginya kunjungan wisatawan asing dengan pangsa 38 persen, tumbuh 10,27 persen hingga November 2025 dan domestik denganbpangsa 62 persen, tumbuh 18,62 persen hingga November 2026.

Hingga 2026, posisi Bali sebagai destinasi unggulan pariwisata internasional masih kuat tercermin dari perolehan Bali sebagai peringkat satu destinasi dunia terbaik Tripadvisor (Traveler's Choice Awards Best of the Best). Hal ini diperkuat juga dengan hasil survei dan liaison Bank Indonesia dengan pelaku usaha sektor pariwisata di Bali. 7 may

Komentar