Dinas PUPRPKP Pastikan Perbaikan Tebing Pura Manik Tirta
SEMARAPURA, NusaBali - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung memastikan melakukan penanganan teknis pada tebing di areal Pura Manik Tirta, Dusun Kawan, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, yang terdampak longsor akibat hujan deras.
Penanganan difokuskan pada upaya stabilisasi lereng guna mencegah terjadinya longsor susulan. Kadis PUPRPKP Klungkung, Made Jati Laksana, mengatakan fokus pada penanganan dari sisi teknis tebing di areal pura agar bencana longsor tidak terulang kembali. Langkah teknis yang direncanakan di lokasi berupa pembangunan dinding penahan tanah pada tebing yang mengalami longsor. Struktur tersebut berfungsi menahan tekanan tanah sekaligus menstabilkan lereng. Harapannya mampu mengantisipasi pergerakan tanah lanjutan yang berpotensi membahayakan areal Pura Manik Tirta.
Sebagaimana arahan Bupati Klungkung, penanganan pasca bencana dilakukan secara terpadu lintas perangkat daerah. Palinggih yang terdampak longsor, penanganannya akan dikoordinasikan dengan dinas terkait. "Kalau kami fokus pada penanganan tebing. Dinas Kebudayaan terkait penanganan palinggih yang kena longsoran,” kata Jati Laksana.
Longsor di kawasan Pura Manik Tirta terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Klungkung, Minggu (18/1). Material tanah dari tebing di sekitar pura bergerak dan menggerus area suci, mengakibatkan sejumlah palinggih mengalami kerusakan cukup parah. Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra bersama Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada turun langsung ke lokasi, Rabu (21/1). "Pengecekan mendalam terhadap tingkat kerusakan fisik dan stabilitas struktur tanah di lokasi, harus dilakukan terlebih dahulu. Ini untuk mempercepat proses perbaikan palinggih dan mencegah kejadian serupa di kemudian hari,” ujar Wabup Tjok Surya.
Dia menegaskan, Pemkab Klungkung berharap, melalui penanganan teknis yang terukur dan koordinasi lintas instansi, kawasan Pura Manik Tirta dapat kembali aman serta aktivitas keagamaan masyarakat dapat berlangsung tanpa kekhawatiran akan ancaman longsor susulan. 7 gik
Komentar